Bumdes Citrawangi Neglasari Bogor Sukses Panen Perdana Ayam Broiler 12 Ton, Kini 9.300 Ekor DOC Kembali Ditebar, Diharapkan Bisa Mendongkrak PADesa !

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Citrawangi desa Neglasari Bogor dipercaya mengelola Program ketahanan pangan yang menjadi program strategis nasional sejak tahun 2025, sukses mengembangkan peternakan ayam broiler/Pedaging, panen perdana menjelang hari raya Idul Fitri 1447 H menghasilkan 12 ton.

“Panen perdana menghasilkan 12 ton dari jumlah DOC (Day Old Chick) sebanyak 8.000 ekor yang ditebar di dalam kandang dua lantai dengan penyertaan modal dari dana desa,” Kata Sakija Pengelola kandang ayam pada Rabu, 01/04/2026.

Menurut Sakija dengan model kandang close house memudahkan dalam mengontrol suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara di dalam kandang, karena dilengkapi dengan cooling pad dan kipas angin dengan dukungan alat sensor otomatis.

“Peralatan ini sangat penting, karena ayam broiler/ pedaging sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan,”tegas Sakija.

DOC Tahap II Ditebar

Setelah sukses panen perdana pada tahap I di bulan Maret 2026 yang menghasilkan 12 ton, kini program ketahanan pangan desa Neglasari kembali dilanjutkan oleh Bumdes Citrawangi dengan menebar 9.300 ekor ayam DOC (Day Old Chick) ke dalam kandang dua lantai.

“Tahap II mengalami peningkatan sekitar 1.300 ekor, dalam satu kandang 2 lantai dan setiap lantai berisi 4.650 ekor DOC. Ayam broiler biasanya dipanen dalam waktu 4-5 minggu, dan idealnya saat dipanen bobot ayam telah mencapai 1,5 hingga 2 kilogram,” jelasnya.

Menurut dia, untuk menghasilkan bobot ayam yang ideal dibutuhkan keseimbangan pemberian pakan dan minum di minggu terakhir menjelang panen sangat penting untuk mencapai berat yang diinginkan. Dan pastikan pakan mengandung cukup protein dan energi.

“Kuncinya perawatan harus benar – benar baik, ayam broiler bisa tumbuh sehat dan cepat, mencapai berat panen sesuai target,” Sakija kembali menegaskan.

Pemasaran Ayam Broiler

Dalam kesempatan itu, Sakija mengaku Pemasaran hasil panen tidak ada masalah, karena pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan mitra.

“Jadi kami bisa fokus pada perawatan dan pemeliharaan ayam, agar bobotnya bisa ideal sesuai dengan target yang diinginkan, setelah ayam masuk masa panen, maka mitra yang akan memanennya dengan harga sesuai dengan kesepakatan,” ucapnya.

Terpisah Sekdes Neglasari Bogor, Kosasih Irvan menyebut, program ketahanan pangan yang dibiayai dari dana desa tahun 2025 dan dikelola Bumdes Citrawangi ini akan terus berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya dan diharapkan bisa terus menambah kapasitasnya.

Perlu diketahui, program ketahanan pangan sejak 2022 – 2024 di desa Neglasari masih tetap bertahan, yakni budidaya domba dan perikanan budidaya gurame soang.

Kemudian untuk program ketahanan pangan 2026, meskipun dana desa mengalami pengurangan dari pemerintah pusat, tetapi program Ketapang masih memiliki porsi anggaran sebesar Rp 75 juta

“Anggaran sebesar itu akan kami realisasikan pada sektor pertanian, tanam terong ungu dan sektor perikanan budidaya nila menggunakan kolam Bio-flok,”tegas Irvan.

Dengan adanya unit usaha baru yang dikelola Bumdes pihaknya berharap bisa menambah pendapatan asli desa (PAD), dengan tujuan akhirnya bisa untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Desa Neglasari.***

Scroll to Top