BSD, KORAN INDONESIA – Perkembangan teknologi kedokteran gigi menghadirkan inovasi baru dalam perawatan ortodonti. Salah satunya adalah Invisalign, metode merapikan gigi menggunakan aligner transparan yang kini mulai banyak digunakan sebagai alternatif kawat gigi konvensional.
Di JNJ Specialist Dental Centre, teknologi ini menjadi bagian dari layanan digital dentistry yang terintegrasi, mulai dari diagnosis hingga perencanaan perawatan berbasis data.
Director and Head of Dental Committee JNJ Specialist Dental Centre, Dr. drg. Jeddy, Sp.KGA, menjelaskan bahwa perbedaan utama Invisalign dengan kawat gigi terletak pada aspek kenyamanan dan estetika.
“Invisalign tidak terlihat, berbeda dengan kawat gigi yang tampak jelas. Selain itu, kenyamanannya juga lebih baik,” ujarnya.
Selain itu, Invisalign memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan dokter merancang perawatan secara presisi sejak awal.
“Perencanaan sudah bisa dilakukan sebelum perawatan dimulai, sehingga hasilnya lebih terukur,” tambahnya.
Dari sisi indikasi, Invisalign dapat digunakan untuk berbagai kasus kelainan susunan gigi, tidak jauh berbeda dengan kawat gigi konvensional. Durasi perawatan pun bervariasi, tergantung tingkat kompleksitas kasus, mulai dari beberapa bulan hingga dua tahun.
Meski demikian, pasien tetap dituntut disiplin dalam menggunakan aligner karena sifatnya yang dapat dilepas.



