BOGOR, KORAN INDONESIA – Para Atlit Pencak Silat Tjimande desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor mengukir prestasi yang membanggakan dalam ajang Kejuaraan nasional Pencak Silat IPB Championship, berhasil meraih 10 medali emas, 5 medali perak dan 5 medali perunggu.
Kejuaraan nasional Pencak Silat IPB Championship berlangsung di gedung Graha Widya Wisuda (GWW) IPB University yang berlangsung selama tiga hari mulai Jumat, 29 Mei – Minggu, 31 Mei 2026, diikuti ratusan atlit dari berbagai perguruan pencak silat.
Jumlah peserta yang mengikuti kejuaraan nasional Pencak Silat IPB Championship sebanyak 1.600 atlit dari 16 provinsi, termasuk para atlit Pencak silat Tjimande desa Cikarawang mewakili Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kepala desa Cikarawang, Sapturi Wijaya saat dikonfirmasi Koran Indonesia.net via telepon mengatakan bahwa para atlet pencak silat perguruan Tjimande desa Cikarawang dalam kejuaraan nasional Pencak silat IPB Championship menorehkan prestasi yang membanggakan, sekaligus mengharumkan nama desa Cikarawang.
“Jumlah atlit yang diturunkan dalam kejuaraan nasional Pencak silat tersebut sebanyak 24 orang, 10 diantaranya berhasil meraih medali emas, 5 atlit meraih medali perak dan 5 lainnya meraih medali perunggu,” ungkap Sapturi Wijaya Minggu, 31/05/2026.

Selanjutnya Ia mengatakan bahwa perguruan pencak silat Tjimande selain mengukir prestasi dikancah nasional, juga olah raga ini untuk menjaga diri, sekaligus melestarikan budaya pencak silat di Jawa Barat.
“Kami atas nama pemerintah dan masyarakat desa Cikarawang mengucapkan terima kasih kepada para atlit yang telah mengukir prestasi dalam ajam kejuaraan nasional Pencak Silat IPB Championship,” ucapnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Camat Dramaga, Atep S Sumaryo yang telah mensupport para atlet, juga kepada pelatih, Kang Arga mengucapkan terima kasih, sudah bisa menghasilkan atlet pencak silat berprestasi di kancah nasional.
Sarana dan Prasarana Padepokan Tjimande
Kemudian Sapturi juga mengungkapkan sampai saat ini Padepokan Tjimande belum memiliki sarana gedung sebagai tempat untuk berlatih para atlit, begitu juga sarana kelengkapan lainnya seperti materas dan lain – lain belum ada.
“Mereka hari ini berprestasi meraih medali emas, perak dan perunggu, sementara untuk tempat berlatih mengasah kemampuannya belum ada, jadi mereka berlatih kadang di alam terbuka, atau di koridor masjid,” jelas Sapturi.
Oleh karena itu, pihaknya berharap ada dukungan dari Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah pusat, agar atlet pencak silat padepokan Tjimande memiliki gedung tempat berlatih, agar ke depan bisa lahir atlet – atlet pencak silat yang bisa berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Jika memungkinkan anggaran dana desa dari pemerintah pusat, bisa diserap untuk pembinaan kegiatan olahraga bela diri pencak silat padepokan Tjimande, Kalaupun tidak dalam jangka pendek, dalam kejuaraan – kejuaraan lainnya Ia menegaskan tetap akan mensupport para atlet pencak silat padepokan Tjimande,” pungkasnya.***



