BOGOR, KORAN INDONESIA – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, H Wasto S Hut, MPd didampingi Camat Dramaga, Atep S Sumaryo meninjau dua jalan yang amblas di wilayah Kecamatan Dramaga. Jalan yang amblas tersebut yakni di Jalan Lingkar Dramaga (JLD) tepatnya dekat jembatan sungai Ciapus desa Ciherang dan Jalan di Kp Cihideung Keramat desa Purwasari.
Masing – masing jalan yang amblas itu banyak dikeluhkan warga, Jalan JLD permukaan beton jalan yang nyambung dengan ujung jembatan amblas sekitar 30 centimeter diduga tanah penahannya mengalami penurunan dan sangat membahayakan pengguna jalan.
Kemudian Jalan amblas juga terjadi di Kp Cihideung Keramat desa Purwasari sambungan permukaan beton sudah turun sekitar 5 centimeter, karena tanah penopang beton jalan pada satu sisinya longsor menimbulkan rongga kosong yang cukup dalam sekitar 1,5 meter dan panjangnya 24 meter, sehingga beton jalan terlihat menggantung.

“Kami mendampingi ketua komisi IV DPRD Kabupaten pak H Wasto meninjau jalan amblas di dua titik lokasi, yakni di JLD jembatan Ciherang dan Jalan di Kp Cihideung Keramat desa Purwasari,” kata Atep S Sumaryo Kamis, 23/07/2026.
Dengan di atensi oleh anggota dewan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor jalan JLD bisa segera ditangani, karena apabila tidak segera ditangani, dikhawatirkan amblasnya permukaan beton jalan semakin dalam. Saat ini saja menurut informasi sudah banyak pengguna jalan khususnya pengendara motor banyak yang terjatuh. Untuk mencegah hal – hal yang tidak diinginkan pihaknya berharap segera ditangani di tahun ini.
Kemudian Ia juga mengungkapkan selain di JLD jalan amblas juga terjadi di jalan penghubung desa Purwasari Kecamatan Dramaga dengan beberapa desa di Kecamatan Tenjolaya, tepatnya di Kp Cihideung Keramat.
“Kami bersama pak H Wasto melihat langsung kondisi jalan yang mengalami penurunan kontur tanahnya akibat longsor, sepanjang 24 meter dan kedalaman sekitar 1,5 meter beton jalan menggantung,” ujarnya.
Pihaknya sudah mengusulkan secara resmi ke Pemerintah Kabupaten Bogor melalui dinas PUPR, waktu itu informasinya akan diperbaiki di akhir tahun 2025, namun diduga karena efisiensi anggaran rencana perbaikan jalan ini belum terealisasi.

Jalan ini lanjut Atep selain menjadi jalan penghubung antar desa antar kecamatan, juga menjadi jalur distribusi hasil tani ke pasar – pasar di kota Bogor maupun luar Bogor, juga sebagai akses pendidikan, kesehatan dan arus barang dan jasa.
“Kita mengusulkan pembangunan turap untuk menahan tanah, agar rongga dibawah beton jalan itu diisi tanah lagi agar badan jalan kuat kembali, menurutnya lebih baik bangun turap biayanya lebih murah, daripada beton jalan keburu hancur, disamping akan butuh biaya banyak juga akan mengakibatkan terganggunya masyarakat,” Imbuhnya.
Pihaknya berharap melalui dorongan dari ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, baik Jalan JLD yang amblas sekitar 30 centimeter, maupun Jalan Cihideung Keramat, Pemerintah Kabupaten Bogor dalam hal ini dinas PUPR bisa merealisasikan perbaikan jalan di tahun ini.
“Kami sepakat dengan pak Camat bahwa jalan ini rongga yang menganga di bawah beton jalan ini harus segera diisi kembali, kemudian dibangun turaf. Dan harus lebih cepat untuk mengurangi biaya, sebab kalau ambruk nanti biayanya akan lebih besar, ini sangat vital kalau tidak segera ditangani berbahaya untuk masyarakat,” Ucap H Wasto Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor.
Karena jalan ini tahun sebelumnya sudah pernah diajukan ke Pemerintah Kabupaten Bogor melalui dinas PUPR, sebetulnya sudah masuk dalam perencanaan, nanti coba akan di cek, kalau memang sudah diajukan dan sudah ada dalam perencanaan, seharusnya bisa direalisasikan tahun ini.
“Kalau tidak bisa tahun ini berarti di tahun depan, tapi kami akan kawal, karena ini berbahaya dan berbiaya tinggi nantinya,” tandas H Wasto.***



