P3A Cendana Kerjakan Proyek Saluran Irigasi P3-TGAI Sepanjang 50 Meter di Kp Cisasah Kanan Desa Neglasari Bogor yang Dibiayai dari APBN 2026

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jendral Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane tengah mengerjakan pekerjaan program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI) di beberapa titik di wilayah Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, salah satunya di Cisasah Kanan, desa Neglasari Bogor.

Pekerjaan tersebut dikerjakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Cendana, desa Neglasari dengan tenaga kerja sebanyak 15 orang, dan durasi waktu pekerjaan selama satu bulan, dan proyek pekerjaan tersebut telah dimulai sejak 17 Juni 2026.

Ketua P3A Cendana, Amay Wijaya saat dikonfirmasi Koran Indonesia.net di lokasi proyek mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah mengerjakan proyek pemerintah yaitu pembangunan turap tembok penahan Tanah (TPT) dan saluran irigasi di perbatasan desa Neglasari dengan desa Petir Bogor.

“Proyek pemerintah yang kami kerjakan yaitu P3-TGAI yang dibiayai dari anggaran APBN 2926, dengan pagu anggaran sebesar Rp 195.000.000 termasuk biaya pajak, dengan nomor PKS : HK.02.01/PKS/Bbws4.9.4/VI/2026/417.54,” kata Amay Wijaya Selasa, 28/07/2026.

Dan sebagai bentuk transparansi kepada publik Ia mengaku telah memasang papan kegiatan sebelum pekerjaan ini dimulai, masyarakat bisa melihat atau mengakses informasi proyek plat merah ini di lokasi Cisasah Kanan, desa Neglasari Bogor.

Selanjutnya Amay mengungkapkan saluran irigasi yang dikerjakannya sudah terputus terbawa longsor, jadi pembangunan betonisasi berupa turap dan TPT serta betonisasi saluran irigasinya, agar air yang mengalir dari hulu bisa lancar kembali mengalir ke hilir, mengairi sawah para petani di desa Neglasari Bogor.

“Saluran irigasinya sudah hilang tidak kelihatan lagi, namun dengan proyek pembangunan ini saluran irigasi kita sambungkan kembali, kini progres pekerjaannya sudah mencapai 70%, insya Allah beberapa hari kedepan segera tuntas,” ucapnya.

Saat ini yang sedang dikerjakan adalah pengecoran tebing TPT, setelah ini selesai dilanjut dengan pekerjaan saluran irigasinya. Nanti saluran irigasi sepanjang 50 meter dasarnya dan kedua sisinya pakai besi langsung di cor, setelah corannya kering nanti dihaluskan dengan acian semen, untuk mencegah terjadinya kebocoran.

Kendala dalam pelaksanaan pembangunan

Kemudian Amay mengaku, untuk bahan material tidak ada kesulitan, semua bahan mudah didapat, namun yang jadi kendala pertama transit bahan material yang jauh dari lokasi proyek, memerlukan waktu untuk angkut, karena jaraknya lumayan jauh sekitar 500 meter.

Lalu berikutnya lokasi proyek ini berada di bibir jurang sedalam kurang lebih 30 meter, dan kontur tanah yang labil, sehingga pengerjaannya perlu ketelitian dan kehati – hatian, agar bangunan ini bisa kokoh. Kemudian para pekerja juga dilengkapi dengan APD untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan kerja.

“Saluran irigasi ini ketika pembangunannya sudah selesai bisa kembali mengaliri sawah khususnya di desa Neglasari Bogor seluas 27 hektar sementara di desa Petir itu sekitar 15 hektar,” jelas Amay.

Dalam kesempatan itu Ia juga menegaskan bahwa proyek yang dikerjakannya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan sesuai dengan RAB dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Harapan kami pekerjaan proyek ini dapat kami selesaikan tepat waktu yang telah ditentukan, dan kami berharap para petani di Neglasari kembali bisa nyawah dengan pasokan air yang cukup,” pungkas Amay Wijaya.***

Scroll to Top