Hutan Kota Berfungsi Sebagai Filtrasi Udara, Cadangan Air & Keseimbangan Lingkungan, Ini Penjelasan Camat Atep Saat Monitoring Hutan Kota di Kp Baru Neglasari Bogor

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Hutan kota yang berada di Kp Baru RW 06, desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor memiliki luas 1.500 hektar. Sejak beberapa bulan lalu hutan kota tersebut telah ditanami ratusan bibit pohon, dan hutan kota itu bertujuan selain sebagai filtrasi udara, juga berfungsi sebagai resapan air serta menjaga keseimbangan lingkungan.

Musim kemarau yang cukup panjang, mengakibatkan berkurangnya air dalam tanah, sehingga pertumbuhan bibit pohon secara keseluruhan, beberapa diantaranya seperti bibit pohon mangga dan durian agak sedikit terganggu.

“Kami hari ini melakukan monitoring sekaligus evaluasi tanaman bibit pohon yang ditanam di hutan kota, karena ini musim kemarau pertumbuhannya belum merata, ada yang sudah bagus, seperti Akasia, alpukat dan Pete sangat bagus, dan ada yang kurang bagus seperti mangga dan durian, pertumbuhannya belum signifikan,” Ujar Camat Dramaga Atep S Sumaryo Rabu, 29/07/2026.

Jumlah Pohon yang sudah Ditanam

Jumlah Pohon yang ada hutan kota ini lanjut Atep jumlahnya sekitar 547 pohon dengan periode tanam sebanyak 9 kali tanam. Adapun jenis pohon yang telah ditanam yakni pohon mangga, durian, Pete, matoa, alpukat, akasia manium, mahoni dan lain – lain.

“Setelah kita evaluasi ternyata pohon yang pertumbuhannya bagus Pete, akasia manium, matoa dan alpukat tinggi pohonnya rata – rata sudah mencapai 1,5 – 2 meter, sementara pohon pohon mangga dan durian pertumbuhannya masih belum terlihat bagus,” katanya.

Oleh karena itu, penanaman pohon berikutnya, akan diperbanyak pohon yang cocok dengan tanah serta suhu udara di sekitar hutan kota. “Kita akan perbanyak tanam bibit pohon Akasia manium, matoa, Pete dan alpukat,” tegasnya.

Dikerjasamakan dengan Kwaran Pramuka

Untuk jangka panjang pengelolaan hutan kota ini, pihaknya telah mengajukan kepada narahubung di DLH, karena di hutan kota itu harus ada kelompok tani atau gapoktan maka hutan kota di Kp Baru ini akan dikerjasamakan dengan Kwaran Pramuka Kecamatan Dramaga.

“Kami harapkan hutan kota ini bisa diurus oleh Kwaran Pramuka, sebelum penuh oleh pemakaman bisa dijadikan bumi perkemahan, sebagai edukasi pendidikan Pramuka, juga kami berencana membuat sumur, airnya untuk kepentingan masyarakat juga kepentingan penanaman,” ujarnya.

Sesuai harapan pak Bupati Bogor bahwa hutan kota itu harus lebat dan rimbun oleh pepohonan, pihaknya akan kembali melakukan penanaman pohon, agar harapan pimpinan bisa terwujud, hutan kota sebagai cadangan oksigen dan resapan air juga sebagai penyeimbang lingkungan.

“Lahan hutan kota ini kontur tanahnya berbukit dan berundak, dengan ditanami pohon semoga ini menjadi solusi dapat mencegah terjadinya longsor,” ucapnya.

Program Ketahanan Pangan

Kemudian Ia juga menjelaskan bahwa lahan yang dijadikan hutan kota itu, telah dibebaskan oleh pemerintah daerah kabupaten Bogor sebagai lahan pemakan umum warga, namun karena yang digunakan pemakaman masih relatif sedikit, jadi lahan tersebut sementara dijadikan hutan kota.

Selain itu, di lahan hutan kota juga masih terdapat area yang kosong ditanami sayuran jenis terong ungu oleh petani yang mengelola program ketahanan pangan yang dibiayai dari dana desa di bawah koordinasi kepala desa Neglasari Bogor.

“Hutan kota yang sudah ditanami ratusan pohon atas kerjasama pemerintah kecamatan Dramaga bersama PDAM Tirta Kahuripan, untuk perawatan pohon yang saat ini sudah mulai tumbuh menjadi tanggung jawab bersama, oleh karena itu kami mengimbau masyarakat khususnya yang berada dekat area hutan kota agar bisa membantu menjaga dan merawatnya, kalau bukan kita siapa lagi. Kita jaga alam dan alam akan menjaga kita,” pungkas Atep.***

Scroll to Top