Monitoring Distribusi Menu MBG, Camat Atep Ingatkan Kualitas Menu Tetap Terjaga dan Limbah B3 yang Ramah Lingkungan !

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program strategis Nasional yang diberikan pemerintah kepada anak sekolah di semua tingkatan mulai dari Paud, TK, SD, SMP, SMA hingga ibu hamil dan menyusui. Untuk mengawal program tersebut sampai kepada yang berhak menerima, Camat Dramaga, Atep S Sumaryo melakukan monitoring Distribusi MBG ke sekolah SD Neglasari 3 Bogor.

“Kami melaksanakan tugas yang diinstruksikan Bupati Bogor kepada SKPD dan juga Kecamatan melalui program ‘Kamu Mendengar’ untuk mendengar keluhan para guru terkait sarana dan prasarana sekolah dan juga MBG,” ungkap Atep S Sumaryo Rabu, 29/07/2026.

Karena terbatas dengan waktu, sementara jumlah sekolah di Kecamatan Dramaga cukup banyak, jadi program ‘kami Mendengar’ hanya sedikit yang bisa di dengar. Oleh karena itu Ia beserta jajarannya ditugaskan untuk meninjau langsung ke lapangan, tujuannya agar keluhan – keluhan masyarakat bisa lebih cepat diterima dan bisa direspon cepat manakala ada yang harus ditangani segera.

“Ketika kita melihat langsung di SDN Neglasari 3 menu MBG yang sudah dibagikan kepada para siswa, mayoritas dimakan dan ompreng nya sudah pada kosong, itu menandakan menu yang disajikan SPPG sesuai selera makan anak – anak,” tegasnya.

Namun demikian lanjut Atep, harus menjadi acuan para dapur SPPG, ketika sisa makanan cukup banyak itu menandakan bahwa menu yang disajikan kurang sesuai dengan selera makan anak – anak, seyogyanya hal tersebut bisa dikomunikasikan dengan pihak sekolah (guru) agar menu yang dikirimkan SPPG bisa diserap anak – anak dengan baik.

“Kalau menu makanan yang diserap oleh anak – anak sedikit hingga nyisa banyak, kami sarankan jangan dipaksakan, sayang anggaran yang digelontorkan pemerintah akhirnya tidak terserap secara maksimal dan akhirnya mubazir,” Imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Ia meminta kepada seluruh Yayasan, Mitra, dan para pengelola dapur SPPG-MBG jalankan tugas dari pemerintah, amanat dari APBN untuk menyalurkan sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan.

“Berikan yang terbaik untuk anak bangsa, sehingga program yang mulia ini bisa mencetak generasi emas di 2045,” Atep kembali menegaskan.

Disinggung terkait limbah B3 dapur SPPG, pihaknya berharap para yayasan dan pengelola dapur bisa mengelola limbah B3 dengan baik dan ramah lingkungan, tidak mencemari lingkungan dan tidak menimbulkan masalah baru yang dapat mengancam kesehatan masyarakat.

“Kami berharap semua dapur bisa mengelola limbah B3 dengan baik, sebetulnya di Kecamatan Dramaga cukup dengan 12 dapur tetapi kondisi saat ini ada 25 dapur, semoga ini nanti menjadi bahan evaluasi bagi yayasan, dan para SPPG sehingga persaingan ini menjadi persaingan yang sehat,” Tandas Atep S Sumaryo.***

Scroll to Top