BANTEN, KORAN INDONESIA – Di tengah pelemahan pasar alat kesehatan lokal sejak 2025, PT ESA Medika Mandiri Tbk menjawab tantangan dengan menembus pasar ekspor.
Perusahaan joint venture antara PT ESA Medika Mandiri Tbk dan WEGO asal China ini menargetkan ekspor benang bedah ke Amerika dan Eropa pada 2027. Hal tersebut disampaikan saat kunjungan delegasi Kementerian Luar Negeri ke pabrik benang bedah PT ESA WEGO Indonesia di Jakarta. Kunjungan ini didampingi oleh Ketua Umum HIPELKI, dr. Randy H. Teguh, M.M.
Direktur Utama PT ESA Medika Mandiri Tbk, Florian Chris Widjaja, mengatakan investasi awal untuk fasilitas produksi benang bedah mencapai Rp20 miliar. Pabrik ini dibangun dengan standar internasional untuk menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar global.
“Pabrik ini adalah wujud komitmen PT ESA terus berinovasi, meningkatkan kualitas, dan menghasilkan produk alat kesehatan Indonesia yang mampu bersaing di pasar global,” ujar Chris.
Senada dengan itu, Ketua Umum HIPELKI dr. Randy H. Teguh menyayangkan melemahnya dukungan terhadap industri alkes dalam negeri pasca pandemi Covid-
- Ia menyebut dana pembelian alkes di daerah turun drastis dalam 2 tahun terakhir.
“Indonesia seolah lupa dengan pelajaran saat pandemi soal ketahanan alkes. Karena itu HIPELKI bersama Kemlu, khususnya Ditjen Asia Pasifik dan Eropa (ASPASAF) dan Ditjen Amerika dan Eropa (AMEROP), mendorong percepatan ekspor sebagai alternatif pasar,” kata Randy.
Chris menambahkan, PT ESA Medika Mandiri Tbk yang resmi melantai di bursa saham pada 8 Juli 2026, telah berpengalaman lebih dari 30 tahun mendistribusikan produk dari Amerika dan Eropa. Pengalaman ini mempermudah adopsi standar WEGO.
“Saat ini produksi kami fokus untuk pasar Indonesia. Namun rencana untuk ekspor ke Amerika dan Eropa sudah kami siapkan dan ditargetkan mulai 2027,” jelas Chris.
Selain Amerika dan Eropa, PT ESA Medika Mandiri Tbk juga aktif dalam business matching yang difasilitasi HIPELKI bersama Ditjen ASPASAF untuk menembus pasar ASEAN dan Afrika.
Kedua belah pihak berharap kegiatan kunjungan pabrik dan business matching dapat digelar rutin, sebagai jembatan sementara menunggu pemulihan pasar domestik.
###



