Ratusan Warga Sukawening Serbu GPM Sembako Murah yang Digelar Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Beras Premium Rojolele Rp 60.000/5 Kg

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Ratusan warga desa Sukawening, Kecamatan Dramaga serbu sembako murah pada gerai Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor yang dibuka secara resmi oleh Camat Dramaga pada pukul 09 pagi Kamis, 17/09/2026.

Dalam sambutannya Camat Dramaga, Atep S Sumaryo mengatakan bahwa pihaknya menjalankan tugas Bapak Bupati Bogor, Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi (Jaro Ade) yang terus mempertahankan program Gerakan Pangan Murah untuk masyarakat Kabupaten Bogor. Dan di Kecamatan Dramaga GPM dilaksanakan di halaman kantor desa Sukawening.

“Alhamdulillah GPM di wilayah Kecamatan Dramaga berjalan lancar, dan kita berharap program GPM ini bisa dilaksanakan di setiap desa tidak hanya satu tahun sekali tetapi bisa digelar 2 sampai 3 kali dalam sebulan, sehingga bisa meringankan beban masyarakat,” katanya.

Program GPM ini sangat baik, dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, karena semua komoditas pangan yang di jual di gerai GPM harganya semua mendapat subsidi dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

Sementara itu, Kepala desa Sukawening Jarkasih SIP saat dikonfirmasi Koran Indonesia menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan wakil Bupati Bogor melalui program GPM baik yang telah dilaksanakan di tingkat kecamatan, dan hari ini berkat support dari pak Camat Kecamatan Dramaga GPM digelar di halaman kantor desa Sukawening.

“Pemerintah desa Sukawening menyambut baik dan mendukung program ini, karena ini sangat membantu masyarakat di tengah situasi ekonomi yang serba sulit dan harga kebutuhan pokok mahal di pasar,” ucapnya.

Program ini cukup bagus, dapat membantu meringankan beban masyarakat, terkait kebutuhan bahan pokok, oleh karena itu Ia mengusulkan agar program GPM bukan hanya sebulan sekali di setiap desa, tetapi bisa dilaksanakan dua atau tiga kali dalam sebulan.

Sosialisasi ke Masyarakat

Untuk mensukseskan program GPM, sebelum pelaksanaan jauh – jauh hari pihaknya telah melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui perangkat RTRW, Kadus, kader PKK, Kader Posyandu.

“Sosialisasi kemasyarakat tentu telah kami lakukan melalui group WhatsApp RTRW, Kadus, para kader, sehingga kegiatan ini diketahui oleh masyarakat desa Sukawening,” ujarnya.

Terpisah di lokasi yang sama koordinator GPM wilayah kecamatan Dramaga, Yasin mengatakan bahwa stok pangan yang disiapkan sama seperti pelaksanaan GPM yang sudah – sudah.

“Stok pangan yang kami siapkan totalnya 5 ton terdiri dari beras, minyak, gula, terigu, garam, telur, daging ayam, nugget, dan lain – lain,” ucap Yasin.

Selama ini kuota GPM dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor kuotanya hanya satu kali dalam sebulan, kalau memang ada wacana dan diusulkan dalam sebulan dilakukan tiga kali, pihaknya sebagai vendor menyambut baik.

Selanjutnya Yasin mengungkapkan di bulan September ini akan ada GPM yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor pada 24 September 2026 di desa Cikarawang dan vendornya belum ditentukan.

“Kami berharap untuk GPM di desa Cikarawang pengadaan barangnya dipercayakan kepada kami Kios Pangan Delima,” ungkap Yasin.

Suara Masyarakat desa Sukawening

Masyarakat desa Sukawening begitu antusias belanja kebutuhan pokok di gerai GPM, mereka ada yang rela antri dari mulai pukul 07 pagi padahal baru akan dibuka pada pukul 09 pagi.

Salah satu warga dari RT 02 RW 03 bernama Herawati mengaku senang dengan diadakannya program GPM di desa ini. Karena ini sangat membantu masyarakat termasuk saya, harga beras premium Rojolele kalau di pasar bisa kena Rp 75 ribu nah di sini hanya Rp 60 ribu/5 Kg.

“Harga sembako di sini lebih murah, jadi terjangkau oleh masyarakat, kalau boleh usul GPM itu lebih sering dilaksanakan karena sangat membantu masyarakat,” katanya.

Hal serupa juga diungkapkan Teriza warga RT 01/01 desa Sukawening, Ia mengaku senang bisa ada kesempatan belanja sembako murah di gerai GPM ini, perbedaan harganya cukup lumayan besar, bagi ibu rumah tangga mah meskipun perbedaannya seribu duaribu sangat berarti.

“Kita belanja beras, minyak, terigu, telur, kalau bisa sih jadwalnya jangan hanya sekali, bisa dua atau tiga kali sebulan, karena ini sangat menolong banget buat masyarakat yang ekonominya pas Pasan,” pungkasnya.***

 

Scroll to Top