BOGOR, KORAN INDONESIA – Musyawarah desa khusus (Musdesus) digelar pemerintah desa Ciherang di aula kantor desa lantai II, dalam rangka pembahasan perubahan petunjuk teknis Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan dan acara tersebut berlangsung Kamis,11/06/2026.
Musdesus tersebut dibuka secara resmi Kepala Desa Ciherang Suherwin, SH dihadiri Sekcam Dramaga, Hj Ine Handayani, Kasi Ekbang, Yudi, Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Rd Milka, Ketua BPD, para ketua RTRW, Kadus, dan perwakilan masyarakat.
“Kami hari ini melaksanakan Musdesus perubahan petunjuk teknis Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan, yang dibiayai dari APBD Kabupaten Bogor di desa Ciherang, “ungkap Suherwin.
Perubahan – perubahan yang dibahas dalam Musdesus tersebut diantaranya terkait program Dayeuh Pajajaran, Digitalisasi desa, satu desa satu sarjana dan program pembangunan infrastruktur.
Sesuai arahan dari Pemerintah Kabupaten Bogor realisasi bantuan keuangan dibagi ke dalam dua kelompok program wajib dan program pilihan.
“Program wajib yang kami bahas terkait program Dayeuh Pajajaran, Satu desa satu Sarjana dan program Digitalisasi desa,” katanya.
Sementara yang termasuk dalam program pilihan terdiri dari :
1. Program Infrastruktur
2. Desa Siaga
3. Kegiatan Kesehatan
4. Kampung Berkualitas
5. Program UMKM / BUMDES
6. Program jaminan ketenaga kerjaan bagi pekerja rentan.
Program Dayeuh Pajajaran
Program Dayeuh Pajajaran di desa Ciherang saat ini belum ditentukan akan difokuskan di wilayah RW berapa, pihaknya masih melakukan konsolidasi dan sosialisasi kepada masyarakat di masing – masing wilayah RW.
Karena untuk menentukan lokasinya itu, harus benar – benar sesuai dengan petunjuk teknis dari pemerintah daerah, selain itu kata Suherwin wilayahnya harus benar – benar memiliki nuansa perkampungan.
“Ia harus memiliki nuansa perkampungan, karena jalan masuk harus ada gapura, jalan di hot mix, pakai garis marka jalan, ada drainase, ada ornamen terbuat dari bambu, pos kamling dilengkapi dengan kentongan (kohkol) dalam bahasa Sunda, rumah – rumah warga dipagar bambu dan lain – lain,” katanya.

Selain itu, lanjut Suherwin Dayeuh Pajajaran harus dilengkapi dengan tempat pengelolaan sampah, dimana sampah organik dan non organik dipilah, sampah organik diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis dan membawa manfaat untuk masyarakat.
“Insya Allah dengan kekuatan anggaran sebesar Rp 317 juta kami bertekad mewujudkan pembangunan Dayeuh Pajajaran di desa Ciherang,” tegasnya.
Program Infrastruktur desa
Program pembangunan infrastruktur tahun 2026 direalisasikan pada wilayah dimana program Dayeuh Pajajaran itu difokuskan. Dengan kekuatan anggaran sebesar Rp 900 juta maka akan direalisasikan pada pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) Sungai Ciapus dan TPT Sungai RW 03 desa Ciherang.
“Kita akan membangunkan TPT di bantaran sungai Ciapus dan TPT di wilayah RW 03 tersebut, mengingat ketika musim hujan daerah tersebut rawan banjir dan longsor terjadinya longsor,,” ujarnya.
Program digitalisasi desa
Dalam Musdesus itu dibahas juga terkait digitalisasi desa yang tujuan utama program tersebut adalah untuk mempercepat transformasi di pedesaan melalui pemanfaatan teknologi informasi, guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong pembangunan ekonomi berbasis teknologi, dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan serta akuntabel.
“Pada program digitalisasi dianggarkan biaya sebesar Rp 100.000.000,” jelasnya.
Program Satu Desa Satu Sarjana
Selanjutnya Suherwin mengungkapkan bahwa mulai tahun ini, Bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, salah satunya ada program satu desa satu sarjana dengan pagu anggaran sebesar Rp 22.500.000.
“Program tersebut di desa Ciherang akan dilaksanakan untuk 2 orang masyarakat dan 2 orang staf desa,” tegasnya.
Pihaknya berharap melalui program ini ada generasi muda desa Ciherang serta terjadinya peningkatan kualitas SDM di desa untuk membangun desa menjadi lebih maju ke depannya.***



