Musdesus Desa Sukadamai Bogor Bahas Perubahan Anggaran Rp 1,5 Miliar dari APBD Kabupaten Bogor, Porsi Anggaran Dayeuh Pajajaran Rp 300 Juta !

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Musyawarah desa khusus (Musdesus) digelar pemerintah desa Sukadamai di aula kantor desa lantai II, dalam rangka membahas perubahan petunjuk teknis Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan dan acara tersebut berlangsung Kamis,11/06/2026.

Kepala desa Sukadamai, H Pepen Supendi secara resmi membuka Musdesus tersebut yang dihadiri Camat Dramaga, Atep S Sumaryo, Kasi Pol PP Dramaga, M Dodoy Hudaya, Ketua BPD, Babinkamtibmas, Babinsa, para RTRW, perwakilan masyarakat serta unsur staf desa.

“Kami hari ini melaksanakan Musdesus perubahan petunjuk teknis Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan, yang dibiayai dari APBD Kabupaten Bogor di desa Sukadamai, “ungkap H Pepen.

Perubahan – perubahan rencana anggaran yang dibahas dalam Musdesus tersebut antara lain program Dayeuh Pajajaran, Digitalisasi desa, satu desa satu sarjana dan program pembangunan infrastruktur.

Sesuai arahan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, realisasi bantuan keuangan dibagi ke dalam dua kelompok program, yaitu program wajib dan program pilihan.

“Program wajib yang kami bahas terkait program Dayeuh Pajajaran, Satu desa satu Sarjana dan program Digitalisasi desa,” katanya.

Sementara yang termasuk dalam program pilihan terdiri dari :

1. Program Infrastruktur
2. Desa Siaga
3. Kegiatan Kesehatan
4. Kampung Berkualitas
5. Program UMKM / BUMDES
6. Program jaminan ketenaga kerjaan bagi pekerja rentan.

Program Dayeuh Pajajaran

Program Dayeuh Pajajaran di desa Sukadamai akan difokuskan di Kp Cilubang RW 02, karena beberapa kriteria yang harus ada di dalam program Dayeuh Pajajaran ada di wilayah RW tersebut. Selain itu, Kp Cilubang merupakan titik awal silsilah terbentuknya desa Sukadamai, para sesepuh desa ini mayoritas berasal dari Kp Cilubang.

“Sejalan dengan program Dayeuh Pajajaran yang salah satu tujuannya untuk melestarikan budaya Sunda, Kami menempatkan program tersebut di wilayah RW 02 Kp Cilubang yang memiliki sejarah desa Sukadamai, untuk mengangkat kembali budaya dan kearifan lokal wilayah itu,” Imbuhnya.

Selain itu, lanjut H Pepen Dayeuh Pajajaran akan dilengkapi dengan tempat pengelolaan sampah, dimana sampah organik dan non organik dipilah, sampah organik diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis dan membawa manfaat untuk masyarakat.

“Insya Allah dengan kekuatan anggaran sebesar Rp 300 juta-an kami bertekad untuk mewujudkan pembangunan Dayeuh Pajajaran di desa Sukadamai,” tegasnya.

Program Infrastruktur desa

Selanjutnya Ia mengungkapkan, program pembangunan infrastruktur tahun 2026, awalnya ingin merehab gedung kantor desa Sukadamai, namun pihaknya lebih memprioritaskan yang urgent di wilayah.

“Kami akan membangun Tembok penahan Tanah (TPT) di wilayah RW 02 dan RW 03, untuk penahan tebing di jalan desa yang rawan longsor,” Jelas H Pepen.

Dengan kekuatan anggaran sebesar Rp 900 juta maka akan direalisasikan pada pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di wilayah RW tersebut, apabila anggaran memungkinkan, bisa juga direalisasikan pada pembangunan betonisasi jalan lingkungan.

Program digitalisasi desa

Dalam Musdesus itu dibahas juga terkait digitalisasi desa yang tujuan utama program tersebut adalah untuk mempercepat transformasi di pedesaan melalui pemanfaatan teknologi informasi, guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong pembangunan ekonomi berbasis teknologi, dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan serta akuntabel.

“Kami mem-ploting anggaran untuk kebutuhan digitalisasi desa sebesar Rp 29.000.000,” ucapnya.

Program Satu Desa Satu Sarjana

Selanjutnya H Pepen mengungkapkan bahwa mulai tahun ini, Bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, salah satunya ada program satu desa satu sarjana dengan pagu anggaran sebesar Rp 22.500.000.

“Program tersebut di desa Sukadamai akan diberikan kepada 4 orang yakni 2 orang untuk masyarakat dan 2 orang untuk staf desa,” tegasnya.

Pihaknya berharap melalui program ini ada generasi muda desa Sukadamai yang berhasil menjadi sarjana (S1) lewat program ini, dan peningkatan jenjang pendidikan serta kualitas SDM staf desa, tujuannya tentu untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.***

 

Scroll to Top