BOGOR, KORAN INDONESIA – Pemerintah desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor menggelar Musyawarah desa khusus (Musdesus) di aula kantor desa, dalam rangka membahas perubahan petunjuk teknis Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan dan acara tersebut berlangsung Jumat,12/06/2026.
Musdesus tersebut dibuka secara resmi oleh Kadus Dadang mewakili Kepala Desa Neglasari Yayan Mulyana yang berhalangan hadir karena sedang menjalani medical chek-up di RSCM Jakarta, dan Sekdes Kosasih Irvan yang sedang tugas luar, dihadiri Sekcam Dramaga, Hj Ine Handayani, Kasi Perencanaan desa Neglasari, Ketua BPD, para ketua RTRW, Kadus, para Kader dan perwakilan masyarakat.
“Kami hari ini melaksanakan Musdesus perubahan petunjuk teknis Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan, yang dibiayai dari APBD Kabupaten Bogor di desa Neglasari, “ungkap Upen Supendi Kasi Perencanaan desa Neglasari.
Perubahan – perubahan rencana kegiatan yang dibahas dalam Musdesus tersebut diantaranya terkait program Dayeuh Pajajaran, Digitalisasi desa, satu desa satu sarjana dan program pembangunan infrastruktur.
Dan sesuai arahan dari Pemerintah Kabupaten Bogor lanjut Upen, realisasi bantuan keuangan dibagi ke dalam dua kelompok, yakni program wajib dan program pilihan.
“Program wajib yang kami bahas terkait program Dayeuh Pajajaran, Satu desa satu Sarjana dan program Infrastruktur serta program Digitalisasi desa,,” katanya.

Sementara yang termasuk dalam program pilihan terdiri dari :
1. Desa Siaga – Kegiatan Kesehatan (TBC)
2. Program jaminan ketenaga kerjaan bagi pekerja rentan.
3. Dukungan Gerakan Pangan Murah
4. Pemberdayaan Kelembagaan
Program Dayeuh Pajajaran
Program Dayeuh Pajajaran di desa Neglasari akan difokuskan di wilayah Kp Bojongsari RW 01 dengan pagu anggaran Rp 300 juta. Dipilihnya wilayah tersebut, karena wilayah tersebut merupakan salah satu wilayah yang cocok sesuai dengan persyaratan program Dayeuh Pajajaran.
“Kita menentukan program Dayeuh Pajajaran di Kp Bojongsari, dari sisi infrastruktur cukup mendukung, nuansa perkampungannya cocok, dan tersedianya tempat pengelolaan sampah,” ucap Upen.
Program Infrastruktur desa
Pagu anggaran Infrastruktur tahun 2026 sebesar Rp 960 Juta kata Upen akan direalisasikan pada empat proyek pekerjaan di beberapa wilayah sebagai berikut :
1. Rekonstruksi Kantor Desa Rp 388.800.000
2. Hot mix Jalan di RW 01,RW 02, RW 03 Rp 208.000.000.
3. Betonisasi jalan dan kelengkapannya RT 004 RW 003 Rp 249.300.000
4. Tembok Penahan Tanah (TPT) RT 002 RW 005 Rp 114.000.000.
Program digitalisasi desa
Dalam Musdesus itu dibahas juga terkait digitalisasi desa yang tujuan utama program tersebut adalah untuk mempercepat transformasi di pedesaan melalui pemanfaatan teknologi informasi, guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong pembangunan ekonomi berbasis teknologi, dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan serta akuntabel.
“Pada program digitalisasi desa dianggarkan biaya sebesar Rp 88.689.000,” jelasnya.
Program Satu Desa Satu Sarjana
Selanjutnya Ia juga mengungkapkan bahwa mulai tahun ini, Bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, salah satunya ada program satu desa satu sarjana dengan pagu anggaran sebesar Rp 22.500.000.
“Program tersebut di desa Neglasari akan dilaksanakan untuk 2 orang perwakilan dari masyarakat dan 2 orang staf desa,” tegasnya.
Melalui program ini diharapkan ada generasi muda desa Neglasari yang berhasil mengenyam pendidikan S1 yang nantinya dapat berkontribusi terhadap kemajuan desa serta terjadi peningkatan kualitas SDM di desa untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat.***



