BOGOR, KORAN INDONESIA – Peristiwa keracunan yang menimpa puluhan murid SDN Ciherang 1 Dramaga pada Kamis kemarin diduga setelah mengonsumsi makanan dari salah satu dapur MBG di wilayah Dramaga Bogor, mengundang keprihatian banyak pihak, termasuk Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
Ia datang ke Puskesmas Dramaga Ciherang sekitar pukul 02.30 dini hari, menjenguk puluhan pasien yang masih dirawat dan menjalani pemeriksaan medis di Puskesmas tersebut, sebagai bentuk empati dan perhatiannya kepada puluhan murid SDN Ciherang 1 yang menjadi korban keracunan makanan.
Dalam keterangannya kepada awak media Bupati Rudy Susmanto mengatakan bahwa ia datang ke Puskesmas Dramaga memastikan puluhan murid SDN Ciherang 1 yang diduga keracunan makanan setelah konsumsi makanan MBG.
“Sebanyak 24 orang anak – anak dan 1 orang dewasa, dua diantaranya sudah diizinkan pulang, sementara sisanya masih dirawat secara intensif di Puskesmas ini,” kata Rudy Susmanto Jumat, 07/08/2026.
Selanjutnya Ia mengungkapkan bahwa penyebab terjadinya keracunan ini, tahapan – tahapan dari Pemkab Bogor, Dinas Kesehatan, Puskesmas, sudah mengambil langkah – langkah, salah satunya mengambil sample makanan.

“Kami sudah mengambil sample makanan untuk diuji di Labkesda Kabupaten Bogor, dan pimpinan dari Dinkes dan puskesmas akan turun ke sekolah sebagai penerima manfaat, sehingga ketika nanti kami menyampaikan kepada publik, berdasarkan data – data fakta di lapangan,” ucapnya.
Kemudian Ia juga menyampaikan informasi bahwa dapur SPPG Ciherang 2, di bawah Yayasan Hidayah As-Salam, dapur tersebut melayani 2.666 penerima manfaat terdiri dari murid Paud, TK, SD, dan Pondok Pesantren.
Dapur SPPG Ditutup Sementara
Lantas Ia juga menegaskan sesuai dengan musyawarah dengan semua unsur terkait, dan menyampaikan rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) bahwa sampai batas waktu hasil uji lab diketahui, pihaknya merekomendasikan untuk sementara dapur tidak beroperasi.
“Kami merekomendasikan sekaligus meminta kepada Kepala BGN, sampai hasil uji laboratorium sample makanan yang diduga menjadi pemicu terjadinya keracunan kami minta dapur SPPG dihentikan sementara, untuk tidak beroperasi,” tegasnya.
Biaya Pengobatan Ditanggung Pemerintah
Lalu kemudian Rudy juga menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan pasien yang terdampak keracunan makanan ditanggung Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Kami akan menanggung seluruh biaya pengobatan pasien yang diduga keracunan makanan yang saat ini menjalani penanganan medis di Puskesmas Dramaga,” Pungkas Rudy Susmanto.***



