BOGOR, KORAN INDONESIA – Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan Pemerintah Kabupaten Bogor tahun 2026 direalisasikan pemerintah desa Dramaga, Kecamatan Dramaga pada delapan program yang wajib dilaksanakan salah satunya program Dayeuh Pakuan Pajajaran dan Pengelolaan sampah.
Dayeuh Pakuan Pajajaran dibangun di jalan lingkar manggis wilayah RW 04 yang terintegrasi dengan tempat pengelolaan sampah Kampung Ramah Lingkungan, kolam Pemancingan, pabrik tempe milik BUMDES Darma Rahayu, kebun Hidroponik serta jalan lintas penghubung antar desa di Kecamatan Dramaga.
Kepala desa Dramaga, Yayat Supriyatna saat dikonfirmasi Koran Indonesia disela kesibukannya melaksanakan KORVE mengatakan bahwa Pemerintahan yang dipimpinnya saat ini tengah merealisasikan Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi dari Pemerintah Kabupaten Bogor tahun 2026 pada delapan program wajib, salah satunya Program Dayeuh Pakuan Pajajaran dan tempat pengelolaan sampah.

“Pembangunan Dayeuh ini baru dilaksanakan empat hari lalu secara swakelola oleh TPK dan masyarakat, progres pembangunannya sudah mencapai 70%, ada gapura, dua bangunan pos, dan pagar bambu dari kedua sisi jalan lingkar manggis,” kata Yayat Supriyatna Selasa, 20/10/2026.
Rencananya menurut Yayat, dari depan mulai dekat Rumah Makan sawah Abah itu cukup panjang, akan tetapi meskipun panjang itu bagian dari Dayeuh Pakuan Pajajaran yang akan dilakukan penataan.
“Jalan lingkar manggis itu akan kita lakukan penataan, spot – spot yang mungkin dilakukan pemagaran bambu kita akan lakukan pemagaran serta dipasang ornamen – ornamen Dayeuh, intinya akan kita maksimalkan penataannya disesuaikan dengan anggaran yang ada,”tegas Yayat.

Spot Car Free Day
Dalam kesempatan itu Ia juga mengungkapkan bahwa jalan lintas manggis yang dijadikan Dayeuh Pakuan Pajajaran jika pembangunannya telah selesai akan digunakan untuk acara car free day setiap hari Minggu.
Tujuan spot jalan ini digunakan untuk car free day agar masyarakat bisa melakukan aktivitas olah raga di Minggu pagi, dan untuk menaikan perekonomian masyarakat, para UMKM desa Dramaga dipersilahkan untuk menjajakan barang dagangannya di sisi kiri dan kanan jalan lingkar manggis.
“Kami harapkan keberadaan Dayeuh Pakuan Pajajaran membawa manfaat seluas – luasnya untuk masyarakat desa Dramaga khususnya warga RW 04,”Imbuhnya.
Mengingatkan Kembali Budaya Sunda
Di era zaman moderen seperti saat ini, semuanya hampir serba instan budaya Sunda itu boleh dikatakan tergerus oleh perkembangan zaman, bahkan generasi muda saat ini kata Yayat, mungkin mereka tidak paham dan tidak mengerti budaya Sunda itu seperti apa.
“Oleh karena itu, kami pemerintah desa Dramaga menyambut baik program Bupati Bogor dan Wakil Bupati Bogor menggulirkan program Dayeuh Pakuan Pajajaran, sebagai simbol kebudayaan Sunda, sehingga mengingatkan kembali budaya Sunda kepada masyarakat,” ujarnya.
Makna yang bisa diambil dari Dayeuh Pakuan Pajajaran selain sebagai simbol budaya Sunda juga menggambarkan di dalamnya itu ada sebuah peradaban kehidupan, yang hidup rukun, guyub, lemah lembut, lingkungannya selalu bersih, asri, aman dan nyaman.

Sense of belonging Masyarakat
Menurut Yayat Dayeuh Pakuan Pajajaran ini dibangun dengan biaya yang tidak sedikit, dan agar keberadaannya awet dan tahan lama pihaknya berharap masyarakat memiliki sense of belonging terhadap Dayeuh ini.
“Kita harapkan peran serta masyarakat dapat menjaga dan merawat hasil pembangunan ini, agar kebermanfaatan dari Dayeuh ini dapat dirasakan oleh masyarakat dalam masa waktu yang cukup panjang,” Imbuhnya.
Ucapan Terima Kasih
Pemerintah desa Dramaga bisa merealisasikan program – program kegiatan infrastruktur maupun non infrastruktur berkat adanya BKK Akselerasi dari Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Pada kesempatan ini kami atas nama pemerintah dan masyarakat desa Dramaga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto dan wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi (Jaro Ade) atas bantuan keuangan yang telah diberikan sehingga desa Dramaga bisa membangun. Kabupaten Bogor Istimewa dan Gemilang, Kecamatan Dramaga Tohaga dan desa Dramaga Mari Jaya,” tandas Yayat Supriyatna.***



