Dospulkam IPB University Berkolaborasi dengan Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut Gelar Pelatihan Teknik Restorasi Padang Lamun di Desa Sukarame Pandeglang Banten

Bagikan

PANDEGLANG, KORAN INDONESIA — Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University melalui
Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, belum lama ini.

Kegiatan pengabdian masyarakat itu berlangsung di Desa Sukarame, diikuti oleh kelompok masyarakat lokal, pemandu wisata bahari, dan pengelola konservasi pesisir. Dan Tim Dospulkam IPB University dipimpin langsung Nadya Cakasana, S.Kel., M.Si. bersama tim Dospulkam FPIK IPB University serta dibantu oleh tim mahasiswa IPB University.

Diketahui, desa Sukarame yang berada di kawasan pesisir Pandeglang Banten memiliki potensi besar dalam
pengembangan pemulihan ekosistem berbasis masyarakat. Salah satu tantangan utama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut di kawasan ini adalah belum optimalnya pemulihan dan pemantauan ekosistem padang lamun secara terstruktur.

Menurut Ketua Tim Dospulkam IPB University, Nadya Cakasana dalam keterangan tertulisnya kepada Koran Indonesia mengatakan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan tim Dospulkam IPB University, fokus pada pelatihan teknik restorasi padang lamun serta praktik langsung di lapangan guna mendukung keberlanjutan dan pemulihan ekosistem laut di kawasan tersebut.

Selama ini kata Nadya, kawasan pesisir Pandeglang membutuhkan upaya pemulihan berkesinambungan guna menjaga fungsi ekologis padang lamun sebagai tempat pemijahan, pengasuhan, serta penyedia nutrisi bagi berbagai biota laut.

“Melihat tantangan tersebut, kami tim Dospulkam IPB University hadir memberikan solusi melalui pelatihan dan praktik teknik restorasi padang lamun, mencakup tata cara pemilihan bibit lamun, persiapan media tanam, hingga metode penanaman (transplantasi) yang efektif,” ujarnya Selasa, 29/09/2026.

Penerapan Metode Ilmiah

Selanjutnya Nadya juga menuturkan, tujuan penerapan metode ilmiah ini agar proses restorasi dan pemantauan ekosistem pesisir dapat dilakukan secara
berkala, terukur, dan mandiri oleh masyarakat lokal. Langkah ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 14 (Life Below Water) dan Asta Cita dalam penguatan konservasi ekosistem pesisir.

Tim Dospulkam Bersinergi dan Kolaborasi

Dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat tim Dospulkam IPB University bersinergi dengan kelompok masyarakat lokal, pemandu wisata bahari dan pengelola konservasi pesisir desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

“Kami bersinergi dalam pelestarian perairan pesisir, dengan merangkul mitra strategis Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut,” tegasnya.

Sinergi tersebut lanjut Nadya, menggabungkan keahlian mitra
lokal dalam aksi pelestarian perairan dengan kepakaran akademis IPB University dalam teknik restorasi ekosistem laut.

Tujuan Bersinergi dan Berkolaborasi

“Tujuan kami bersinergi dan berkolaborasi tujuannya untuk melakukan transfer pengetahuan (transfer of knowledge) dan keterampilan teknis kepada masyarakat Desa Sukarame. Para peserta dibekali pemahaman mengenai persiapan media tanam, teknik transplantasi lamun, hingga metode perawatan dan pemantauan area restorasi secara berkelanjutan,” ucapnya.

Tujuan DOSPULKAM 2026

Pada kesempatan itu Nadya menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas masyarakat lokal melalui sinergi multidisiplin merupakan kunci utama keberlanjutan ekosistem laut.

“Upaya pemulihan ekosistem laut tidak berhenti pada teori saja, tetapi membutuhkan aksi nyata dan pendampingan teknik restorasi yang tepat. Melalui kolaborasi bersama Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut dan pelatihan ini, kami berharap masyarakat Desa Sukarame dapat melakukan restorasi padang lamun secara mandiri, sehingga kawasan pesisir memiliki ekosistem
yang lebih sehat, terjaga daya dukungnya, serta mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan dan nilai tambah ekowisata bahari lokal,”Imbuhnya.

Terpisah, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Dr. Beginer Subhan, S.Pi., M.Si., menegaskan pentingnya kepemimpinan sains yang berdampak langsung pada ketahanan maritim berbasis masyarakat.

“Sains dan metodologi ilmiah harus menjadi alat pemberdayaan di garda terdepan konservasi. Kehadiran dosen FPIK IPB University pada program Dosen Pulang Kampung yang berada di Desa Sukarame bersama Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut bukan sekadar mendampingi, melainkan melahirkan citizen scientists atau ilmuwan warga lokal yang memiliki kapasitas ilmiah mandiri. Ketika masyarakat memegang kendali atas data dan kelestarian lautnya, di situlah kedaulatan maritim dan keberlanjutan ekonomi pesisir dapat kita wujudkan bersama,” tegas Dr. Beginer.

Sementara itu, Arip Ketua Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut mengaku senang bersinergi dan berkolaborasi dengan tim Dospulkam IPB University, banyak ilmu dan wawasan baru yang didapatkan dalam pelatihan tersebut yang nantinya bisa diterapkan di lapangan.

“Kolaborasi bersama IPB University ini memberikan wawasan baru dan teknik yang sangat berharga bagi kami di lapangan. Dengan hadirnya pendampingan ilmiah dan teknik restorasi lamun yang tepat, kami lebih optimistis dapat mengelola serta memantau pemulihan ekosistem
laut Desa Sukarame secara mandiri dan berkelanjutan,” Tandas Arip Ketua Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut.***

 

Scroll to Top