Jajaran Direksi PT MBI dalam Lawatannya ke Jawa Tengah Kunjungi Beberapa Tempat Mulai Kampus UGM Hingga Polbangtan & Terakhir ke Laboratorium CV Embrio Multi Agro di Cirebon Jawa Barat

Bagikan

CIREBON, KORAN INDONESIA – Dalam lawatannya ke Jawa Tengah selama tiga hari, Jajaran Direksi PT Mandiri Banana Indonesia (PT MBI) berkunjung ke BRMP, PT Mitra Tani Feng Teng Indonesia, Koperasi Tani Bangkit Sejahtera, Fakultas Biologi UGM, Polbangtan Yogyakarta Magelang, Tinjau lahan Mitra Tani di Kuningan dan Laboratorium CV Embrio Multi Agro di Cirebon Jawa Barat.

Dalam kunjungannya ke Laboratorium tersebut yang beralamat Jl Pangeran Diponegoro Nomor 50 dusun kondang RT 02/03 desa Sindang hayu Kecamatan Beber Cirebon Jawa Barat, Jajaran Direksi PT MBI diterima Direktur CV Embrio Multi Agro, Aef Saefudin.

Pada pertemuan tersebut jajaran direksi PT MBI diberikan kesempatan melihat langsung ruang lab kultur jaringan berbagai jenis tanaman. Setelah itu melalui forum diskusi di dalam sebuah ruangan Direktur CV Embrio Multi Agro, Aef Saefudin memberikan pemaparan terkait kultur jaringan beberapa tanaman salah satunya kultur jaringan Porang Industri.

Menurutnya kultur jaringan Porang yang diambil dari daunnya bisa menghasilkan pertumbuhannya mencapai 98% kemurniannya. Tanaman Porang lanjut dia merupakan tanaman sela, tumbuh dengan sedikit sinar matahari, semakin gelap area dia tumbuh, maka semakin besar umbinya.

“Habitat yang paling bagus dan cocok Porang tumbuh subur di bawah rumpun bambu, karena tanahnya banyak tumbuh jamur, dan porang juga bisa tumbuh di kebun berdekatan dengan pohon pisang dan pepaya,” tegasnya.

Selain kultur jaringan Porang, Aef juga menyampaikan kultur – kultur jaringan lainnya seperti kurma, bunga matahari, kacang edamame dan lain sebagainya. Menurut dia tanaman yang ditanam dari kultur jaringan bisa menghasilkan kualitas lebih baik dan lebih banyak daripada tanaman yang tumbuh secara alami di alam.

Menurut Aef sesuai dengan program pemerintah terkait dengan ketahanan pangan maka setiap tanaman melalui kultur jaringan apabila sesuai dengan tata kelola dan SOP yang benar maka hasilnya akan turut serta mendukung ketahanan pangan di masyarakat.

“Indonesia sudah selayaknya mandiri pangan, kami dari praktisi sekaligus peneliti ingin juga berkontribusi pada sektor pertanian, bisa mensejahterakan petani, mendapatkan hasil panen yang melumpah, tapi tentunya harus banyak belajar, jangan hanya mau menanam tapi tidak mau belajar tentu hasilnya tidak akan memuaskan dan merugi,” ujarnya.

Pihaknya sangat mendukung apa yang telah dan akan dilakukan PT MBI, pihaknya siap menyiapkan dari sisi benih, dan tata kelola budidaya maupun pupuknya, dan ia mengaku memiliki pabrik pupuk sendiri.

“Kami harapkan kedatangan jajaran Direksi PT MBI untuk jangka panjangnya bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan kami CV Embrio Multi Agro, bisa menghasilkan sesuatu terkait ketahanan pangan yang membawa manfaat untuk petani, pengusaha dan masyarakat Indonesia,”tegas Aef.

Pada kesempatan itu, Komisaris Utama PT MBI, Basuki Waluyo dalam akhir perbincangannya meminta dukungan kepada Aef Saefudin untuk pengembangan kultur jaringan Porang, Kacang Edamame dan bunga matahari.

Sementara itu, Dirut PT MBI, Fachri Yulizar mengatakan meskipun pertemuan waktunya cukup singkat nanti akan dibahas lebih lanjut di Jakarta, pada pertemuan tadi di bahas terkait kultur jaringan Porang, kacang edamame dan bunga matahari.

“Kami pada pertemuan itu menyerahkan benih kacang edamame jenis Biomax I, harapannya bisa dibudidayakan dengan tujuan kedepan melalui sentuhan pak Aef kacang edamame yang tadinya setiap polong isi tiga, bisa bertambah mayoritas menjadi 4 polong,” Imbuhnya.

Pihaknya juga berharap dengan kunjungan kerja hari ini ke CV Embrio Multi Agro merupakan awal terjalinnya kerjasama, semoga untuk jangka panjang bisa berkolaborasi terus dengan PT MBI, untuk menciptakan kultur – kultur jaringan tanaman, dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia.***

 

Scroll to Top