KUNINGAN, KORAN INDONESIA – Jajaran Direksi PT Mandiri Banana Indonesia beserta rombongan meninjau kebun pisang barangan jumbo merah, milik mitra binaannya di lahan Ponpes Al Bahjah, di Jl Lintas Pancalang Tenjolayar Blok Tegal Buruan RT 01/02, dusun lama laut, desa Rajawetan, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat pada Jumat, 17/07/2026.
Dalam kunjungannya ke lokasi kebun pisang barangan jumbo merah milik Binaanya, jajaran direksi juga sempat singgah di kebun padi Gogo penelitian MoRa The Air Founds Kemenag RI LPDP UIN SSC Tahun 2026.
Di lokasi kebun ini Jajaran Direksi PT MBI mendapat penjelasan padi Gogo dengan sistem tumpangsari dengan tanaman kemangi, Cabai dan bawang merah dari Prof Dr Abdul Azis S.Ag, SM,M.Ag.
Sementara itu, Dirut PT MBI, Fachri Yulizar mengaku senang setelah melihat langsung kebun pisang yang dikelola petani mitra binaannya yaitu Edi Suratno alias Syuro di lahan milik Ponpes Al Bahjah, pola tanam sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari PT MBI.
“Kami senang melihatnya, ini sudah sesuai dengan SOP, baru berumur 35 hari saja dari masa tanam pertumbuhan pohon pisang sudah terlihat subur,” katanya.
Pada kesempatan itu Ia menyampaikan pesan kepada petani, di musim kemarau ini yang harus lebih ekstra dan mendapat perhatian serius adalah penyediaan air, tanaman pisang yang sudah terlihat tumbuh subur harus cukup air, dilakukan penyiraman secara periodik, jangan sampai kekurangan air.
“Sekali lagi kami cukup apresiasi kepada pak Syuro, Ia datang tiga kali ke kebun PT MBI di desa Nanggerang untuk belajar, dan kini Ia telah mempraktekannya di sini, dan sudah sesuai SOP dari kami, semoga hasilnya nanti sesuai dengan yang kita harapkan,”tegasnya.
Terpisah di lokasi yang sama Edi Suratno yang akrab dipanggil Syuro menuturkan kepada Koran Indonesia bahwa Ia merasa senang kebun pisang yang dikelola dirinya di lihat langsung jajaran Direksi PT MBI.
“Ilmu yang kami dapat saat kunjungan ke kebun PT MBI di Nanggerang Sukabumi, kami praktekkan di sini sesuai SOP, dan Alhamdulillah pisang yang kami tanam baru berusia 35 hari sudah tumbuh terlihat subur,” katanya.
Kemudian Ia juga mengaku kebun pisang yang dikelolanya merupakan sewa ke Ponpes Al Bahjah, luas tanah di area ini ada sekitar 12 hektar, namun kami baru sewa di lahan 1 hektar, kita akan lihat perkembangan dan pertumbuhannya seperti apa, apabila nanti berhasil kemungkinan sewa lahannya akan diperluas.
“Lahan seluas 1 hektar ini sudah kami tanami bibit pohon pisang sebanyak 1.000 pohon dan akan menggunakan sistem tumpangsari dengan tanaman kacang edamame,” ujarnya.
Pola tanam yang dilakukan sesuai dengan SOP dan panduan dari PT MBI, mulai dari jarak lubang tanam, pemupukan dan lain sebagainya itu dilakukan sesuai petunjuk dan arahan dari PT MBI, termasuk penyediaan air untuk kebutuhan penyiraman pohon pisang.
“Pola tanam sudah sesuai dengan SOP dan dikerjakan oleh 4 orang tenaga kerja, kami berharap hasil panen pisang barangan di kebun yang kami kelola ini bisa menghasilkan pisang kualitas baik sesuai standar PT MBI sebagai offtaker,” pungkasnya.***



