Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Hadiri Santunan Yatim / Piatu & Dhuafa di Masjid Al Malik Neglasari Bogor, H Wasto : Sangat Apresiasi Kepada Pemerintah dan Masyarakat Desa Neglasari !

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, H Wasto S Hut, M.Pd menghadiri santunan yatim/piatu dan dhuafa di Masjid Al Malik desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor pada Senin, 29 Juni 2026.

Santunan yatim/piatu dan dhuafa tersebut diselenggarakan Pemerintah dan masyarakat desa Neglasari Bogor, dihadiri Camat Dramaga, diwakili Edi Supardi Staf Pemberdayaan Masyarakat, Babinkamtibmas, Babinsa, Kepala desa Neglasari, Yayan Mulyana beserta jajaran, para tokoh agama, alim ulama setempat, ratusan anak yatim serta para undangan.

Ratusan anak Yatim terlihat begitu sumringah mendapatkan santunan dari Pemerintah dan masyarakat desa Neglasari. Dan acara tersebut mengusung tema ‘Meraih berkah dengan berbagi’ dan momentum ini sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan untuk membantu sesama.

H Wasto S Hut, MPd, Anggota dewan dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekaligus Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor dalam sambutannya mengatakan bahwa menyantuni anak yatim itu sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan, karena ini merupakan perintah dari Allah SWT.

Pemberian santunan itu lanjut H Wasto, bisa dilakukan secara langsung kepada anak Yatim, tapi karena ini dihimpun dari masyarakat maka acara seperti ini, seremonial menjadi penting dalam rangka transparansi dan akuntabilitas.

Selanjutnya H Wasto menyampaikan di beberapa Kabupaten/kota sudah ada Peraturan Daerah (Perda) yang memperhatikan anak yatim, yang mengatur tentang jaminan kesejahteraan anak yatim meliputi pendidikan dasar dan kesehatan.

“Kami berharap ke depan Pemerintah Kabupaten Bogor juga bisa melakukan hal yang sama seperti daerah lain,”katanya.

Wasto mengaku sangat apresiasi langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat desa Neglasari, secara bahu membahu, bergotong royong dan berlomba – lomba dalam kebaikan, dan sebagai bentuk kepedulian kepada sesama menyantuni ratusan anak yatim.

“Kedepan kalau di kabupaten Bogor mendorong peraturan yang sama utk penguatan dan meningkatkan perhatian kepada putra-putri kita yang yatim/ yatim piatu, itu sangat baik,” pungkasnya.***

Scroll to Top