BOGOR, KORAN INDONESIA – Longsor yang terjadi di Cinekol yang mengakibatkan meninggalnya petugas Linmas desa Petir Bogor Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor menjadi sorotan banyak pihak, termasuk Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Bupati Bogor, Rudy Susmanto berkesempatan datang melakukan Takziah ke keluarga korban di Kp Cibeureum Jiung.
Diketahui, longsor pertama pada Senin, 6 April 2026, dan longsor ke dua pada Selasa, 07 April 2026 yang mengakibatkan Abah Bidong bin Uca meninggal dunia. Lalu longsor ketiga pada Rabu, 08 April 2026 mengakibatkan kuburan Emak Saci yang berada di atas tebing hilang terbawa longsor.
Menurut keterangan salah satu warga, H Tholib (65) warga RT 02/03 desa Purwasari saat koran Indonesia.net melakukan investigasi di lapangan, Ia menuturkan bahwa tebing Cinekol mengalami 3 kali longsor.

“Longsor pertama hanya sebagian kecil saja tebing yang merosot, lalu pada longsor yang kedua tebing yang ambruk itu makin tinggi hampir mendekati ke bibir jalan, dan pada saat kejadian longsor kedua di bawahnya pak Bidong sedang bersihkan rumpun bambu, yang pada akhirnya Ia meninggal karena tertimbun longsoran tanah. Lalu pada kejadian ketiga tanah longsor makin lebar dan mengakibatkan kuburan almarhum Emak Saci hilang terbawa longsor,” ungkap H Tholib Sabtu, 11/05/2026.
Kemudian kata H Tholib akibat peristiwa longsor tersebut, selain hilangnya kuburan Emak Saci, juga masih terdapat 20 kuburan yang terancam terbawa longsor, karena saat ini posisi kuburan tersebut benar – benar sudah berada di bibir tebing.
“Khawatir ada hujan deras kembali, dan air masuk lagi ke area pinggir tebingan Cinekol maka tidak tertutup kemungkinan akan ada longsor susulan yang mengancam 20 kuburan warga,” ujarnya.

Peristiwa longsor itu, selain menewaskan petugas Linmas dan hilangnya kuburan Emak Saci dan 20 makam terancam, juga berdampak pada Jalan aspal di atasnya, Jalan itu posisinya agak miring ke kanan dari arah Purwasari menuju Petir dan aspalnya retak – retak kurang lebih sepanjang 200 meter.
“Kami juga mengkhawatirkan jalan penghubung ini jika tidak segera ditangani pemerintah, amit – amit jalan ini bisa longsor dan terputus, tapi semoga jangan sampai terjadi seperti itu,” ucapnya.
Dugaan Penyebab Terjadinya Longsor
Dalam kesempatan itu, H Tholib menunjukkan saluran drainase yang diduga menjadi pemicu terjadinya longsor di tebingan Cinekol desa Petir. Lalu ia menunjukkan saluran drainase di belakang rumah warga, yang kondisinya jauh dari kata sempurna untuk dilalui air irigasi.
Saluran drainase masuk ke dalam bangunan rumah warga ada di bawah beton, dan sudah mengalami pendangkalan sehingga air tidak bisa mengalir sempurna (mampet). Kemudian ada juga aliran drainase lainnya di belakang rumah warga ukurannya kecil dan kondisinya dipenuhi sampah dan batu.
“Ketika hujan deras air tidak tertampung dan tidak bisa lewat saluran drainase, akhirnya air tumpah ke badan jalan dan mengalir ke tebing Cinekol, mungkin itu dugaan terjadinya longsor,” tegasnya.
Penampakan longsor di tebing Cinekol/Asof/Koran Indonesia//
Pada kesempatan itu Ia menyarankan apabila jalan ini akan diperbaiki, maka yang harus didahulukan adalah perbaikan saluran drainase, dilebarkan dan diperdalam agar ketika hujan deras air bisa tertampung dan mengalir di saluran drainase tidak tumpah ke jalan. Setelah saluran drainase bagus baru jalannya diperbaiki.
“Kami berharap pemerintah segera memperbaikinya, sebab jika dibiarkan berlarut – larut dikhatirkan jalan ini akan terdampak longsoran berikutnya. Karena ini jalan sangat vital menjadi penghubung antar desa antar kecamatan Kami minta segera ada penanganan. Saat ini jalan ditutup untuk kendaraan mobil, kecuali motor secara bergiliran di atur oleh warga masih bisa melintas,”pungkasnya.***



