TERANCAM PUTUS : Jalan Petir Babakan Gadog DITUTUP Terdampak Longsor Tebing Lembah Cinekol, Aspal Retak Sepanjang 500 Meter Membahayakan Pengendara, Arus Lalin Dialihkan !

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Tanah longsor pada tebingan setinggi 30 meter di lembah Cinekol, selain merenggut korban jiwa juga merusak obyek wisata Cinekol, dan juga berpengaruh pada kondisi ruas jalan Petir Babakan Gadog yang ada di atasnya.

Kondisi jalan tersebut kini menjadi retak – retak dan berpotensi longsor, sehingga akan mengancam keselamatan warga para pengguna jalan. Dan ini menjadi perhatian serius pasalnya jalan yang sudah retak – retak itu jaraknya hanya beberapa meter dari titik lokasi longsor lembah Cinekol.

Kepala desa Petir, H Sukardi saat dikonfirmasi Koran Indonesia.net membenarkan kondisi jalan Petir Babakan Gadog sudah retak- retak diduga dasar tanah penyangga jalan tersebut terpengaruh dengan longsor tebingan di lembah Cinekol.

“Kami menduga longsornya tebingan di lembah Cinekol berpengaruh ke jalan Petir Babakan Gadog, dasar tanah jadi labil sehingga aspal jalan tersebut saat ini kondisinya retak – retak,” katanya.

Lalu kemudian pihaknya juga menduga saat hujan deras air larinya ke tebingan di lembah Cinekol, karena jalan Petir Babakan Gadog di kedua sisinya tidak dilengkapi saluran drainase, ketika curah hujan tinggi air mengalirnya ke tebingan yang kemarin longsor.


Inilah penampakan tebing longsor di lembah Cinekol dan berdampak pada ruas jalan Petir Babakan Gadog yang ada di atas tebing tersebut/dok.pol PP Kecamatan Dramaga//

“Minimnya drainase yang ada di jalan ini membuat air tumpah ke badan jalan saat hujan turun dan menggerus tanah tebingan, yang akhirnya menyebabkan tanah longsor,” jelas Sukardi melalui sambungan telepon Kamis, 07/05/2026.

Oleh sebab itu, Sukardi meminta agar dinas terkait segera melakukan peninjauan teknis untuk penanganan ruas jalan tersebut. menurut dia, ada dua opsi yang perlu dikaji, apakah akan membangun jalan baru atau memaksimalkan jalan yang sudah ada.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PU Kabupaten Bogor, Gantara Lenggana mengatakan bahwa kalau nanti hasil kajian teknis menyarankan harus dialihkan, ya harus dialihkan. Namun, kalau masih bisa dioptimalkan, kita akan cari cara bagaimana jalan tersebut bisa difungsikan kembali dengan baik.

Saat ini lanjut dia, proses penilaian teknis sedang dilakukan secara detail. Tujuannya agar jalan nantinya bisa digunakan secara maksimal dan aman oleh masyarakat. Hal itu dikatakannya usai menghadiri Rakor di kecamatan Dramaga.

“Kita ada penilaian teknis supaya itu jalan bisa optimal dilalui oleh masyarakat. Ini semua demi kepentingan kelancaran komunikasi dan mobilitas masyarakat,” tegasnya.

Jalan Petir Babakan Gadog Ditutup

Terpisah Kanit Pol PP Kecamatan Dramaga, M Dodoy Hudaya saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Forkopimcam Dramaga merespon cepat dan mengambil keputusan Jalan Petir Babakan Gadog Ditutup total untuk semua jenis kendaraan dari kedua arah, karena jalan tersebut terdampak longsor, kondisi aspalnya mengalami retak – retak.

Seperti inilah kondisi retakan jalan Petir Babakan Gadog/dok.pol PP Kecamatan Dramaga//

“Kami melaksanakan tugas keputusan Forkopimcam Dramaga bersama petugas Dinas perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor menutup jalan petir Babakan Gadog secara total untuk semua kendaraan, karena kondisi jalan tersebut sangat membahayakan para pengendara kendaraan baik mobil maupun motor, Dan penutupan jalan ini batas waktunya belum ditentukan, sampai jalan tersebut selesai diperbaiki dan dinyatakan aman untuk dilalui,” Jelas Dodoy.

Lalu lintas dialihkan ke Jalur Alternatif

Dampak penutupan jalan tersebut lanjut Dodoy arus kendaraan baik dari arah Petir menuju Kecamatan Tamansari dan Tenjolaya dan sebaliknya dialihkan melalui rute jalan depan kantor desa Purwasari – lewat Kp Situ Uncal.

Atau para pengguna jalan bisa mencari jalan alternatif lain melalui Petir jembatan pengantin – Tenjolaya, atau rute Ciherang, Kelapa tujuh, Sukadamai – Nambo

“Kami mengimbau masyarakat untuk melewati jalan alternatif, jangan nekat melewati jalan tersebut, karena sangat berbahaya,” pungkasnya.***

Scroll to Top