MPLS Sekolah Rakyat di Kecamatan Jasinga Berlangsung Meriah, Sekda Kabupaten Bogor : Media Bisa Menyampaikan Informasi Sekolah Rakyat ke Masyarakat agar Paham !

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Sekolah Rakyat (SR) yang berpusat di Desa Sipak/ Pangradin, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada ratusan siswa – siswi sekolah tersebut pada Jumat, 21/08/2026.

Diketahui, Sekolah Rakyat dibangun di desa Sipak/Pangradin, Kecamatan Jasinga pada luas lahan 6,96 hektar, dan diperkirakan dapat menampung 1.080 peserta didik dari keluarga kurang mampu (desil 1 & desil 2) dari seluruh wilayah Kecamatan se-Kabupaten Bogor.

Sistem & Jenjang Pendidikan

Sekolah Rakyat menganut sistem Boarding school (Asrama) dimana seluruh biaya, tempat tinggal, makan, pakaian, dan perlengkapan belajar ditanggung penuh oleh pemerintah. Dan jenjang Sekolah Rakyat meliputi Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika usai menghadiri acara mengatakan bahwa Ia mewakili Bupati Bogor menyaksikan kegiatan MPLS Sekolah Rakyat permanen, untuk tingkat SMA 120, tingkat SMP 120 dan tingkat SD 30, acara ini sedianya akan dihadiri pak Bupati namun karena secara bersamaan beliau ada agenda kegiatan lain yang harus Ia hadiri.

“Kini negara hadir melalui Sekolah Rakyat ini untuk memotong rantai kemiskinan, anak – anak yang menjadi siswa – siswi di sekolah ini datang dari berbagai latar belakang keluarga kurang mampu, ada yang orang tuanya sudah meninggal, adapula yang sudah tidak memiliki orang tua, dan lain – lain, dengan hadirnya SR menjadi solusi untuk masa depan mereka, mereka bisa melanjutkan pendidikan lagi,” katanya.

Selanjutnya Ajat mengungkapkan bahwa hari ini pihaknya mengundang seluruh perangkat daerah untuk hadir di acara ini, maksudnya agar mereka semua bisa memahami seperti apa sesungguhnya Sekolah Rakyat ini dibangun.

“Kami harapkan semua perangkat daerah bisa memahami apa itu Sekolah Rakyat, dan kami juga berharap SR bisa menciptakan lulusan yang handal, berkarakter serta berakhlak mulia tentunya, karena mereka semua akan ditempa untuk menjadi generasi emas di 2045,” ujarnya.

Gedung sekolah ini lanjut Ajat yang membangun adalah Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kementerian PU, Pemerintah daerah posisinya sebagai penerima manfaat. “Dan kami mengimbau masyarakat Kabupaten Bogor yang memiliki anak usia sekolah, namun terkendala biaya, maka sekolahkan lah di Sekolah Rakyat, hubungi pendamping PKH di masing – masing desa, agar bisa diproses pendaftarannya,” Imbuhnya.

Masyarakat tidak perlu khawatir dan takut menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat, justru disekolah ini para murid itu selain ditempa belajar, juga dilatih disiplin, dilatih mandiri, sehingga nantinya anak itu setelah lulus akan memiliki skil dan kemampuan yang mumpuni.

“Dan kami juga mohon bantuan kepada semua teman – teman media untuk menyampaikan informasi (pemberitaan) terkait Sekolah Rakyat, masyarakat diedukasi agar paham apa itu Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua APDESI Kabupaten Bogor, H Abdul Aziz Anwar mengatakan bahwa sekolah rakyat ini sangat penting ada di wilayah Bogor Barat, karena dapat membantu masyarakat dari keluarga desil 1&2 (miskin extrim) yang tidak bisa menyekolahkan anaknya, akhirnya anaknya bisa sekolah.

“Sekolah Rakyat ini menjadi terobosan baru, dan menjadi solusi terbaik pada sektor pendidikan sehingga diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk menyongsong generasi emas di masa akan datang,” ujarnya.

Pihaknya menyambut baik dibangunnya Sekolah Rakyat di Kecamatan Jasinga, namun demikian sesungguhnya daerah penyangga Ibu Kota itu adalah Kecamatan Bojonggede dan Tajurhalang, Pihaknya berharap Sekolah Rakyat bisa hadir disalah satu kecamatan tersebut.

“Kami harapkan di kecamatan Bojonggede atau Tajurhalang ada Sekolah Rakyat yang dibangun,” tegasnya.

Animo masyarakat Tinggi

Menurut Aziz dibangunnya sekolah rakyat animo masyarakat cukup tinggi, ingin menyekolahkan anaknya di SR, nah oleh karena itu para kepala desa mengajukan kepada APDESI Kabupaten Bogor agar yang bersekolah di SR ini tidak terbatas dari latar belakang keluarga desil 1&2 saja, melainkan bisa sampai desil 4&5.

“Kami atasnama APDESI Kabupaten Bogor mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Bupati Bogor dan Wakil Bupati Bogor yang telah merealisasikan program Sekolah Rakyat, semoga ini dapat meningkatkan IPM di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.***

 

Scroll to Top