BOGOR, KORAN INDONESIA – Pemerintah desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor melaksanakan penyaluran bantuan pangan berupa beras dari Kementerian Sosial (Kemensos) via Badan Usaha Logistik (Bulog) cabang Bogor untuk periode Juli sampai dengan September 2026.
Pelaksanaan penyaluran bantuan pangan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berlangsung di Kantor desa Petir, secara resmi diserahkan langsung Kades Petir pada gelombang pertama, masyarakat dari wilayah RW 01 dan RW 02 pada Senin, 31/08/2026.
Pada penyaluran bantuan pangan Pemerintah desa Petir membagi beberapa gelombang, guna mencegah terjadinya antrian panjang, serta cepatnya pembagian bapang ke masyarakat.

Kepala desa Petir H Sukardi disela kegiatannya membagikan beras bantuan pangan dari pemerintah mengatakan bahwa jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) sebanyak 2.217 orang. Jumlah ini masih sama persis dengan jumlah PBP pada periode sebelumnya.
“Alhamdulillah jumlah penerima PBP pada triwulan ini masih sama dengan periode PBP periode sebelumnya, bahkan di penyaluran saat ini ada penambahan 1 orang,” katanya.
Jumlah Beras Pangan
Periode penyaluran beras bantuan pangan saat ini pihaknya menerima 66.500 kilogram beras, untuk masing – masing PBP sebanyak 30 kilogram.
“Penyaluran kali ini untuk tiga bulan, yakni Juli sampai dengan September 2026, masing – masing PBP mendapat 30 kilogram dengan rincian 10 kilogram/bulan,” tegas Sukardi.

Kendala Penyaluran Bapang
Pada kesempatan itu Ia mengungkapkan dalam penyaluran beras bantuan pangan kali ini terkendala dengan alamat penerima bantuan yang tidak jelas di dalam Bar-CODE , sehingga ini menjadi kendala dalam penyaluran.
“Lembaran Barcode yang kami terima ada sekitar 300 tidak dilengkapi RTRW (RT 00 RW 00), yang ada hanya nama dan no NIK, sementara kalau nama bisa sama dengan yang lainnya,” jelas Sukardi.

Hal ini menjadi kendala tersendiri, pihaknya harus mencari dan menelusuri terlebih dahulu nama – nama penerima itu ada di wilayah RT RW berapa? dan harus dicari satu persatu.
“Hal ini menjadi kendala, dan menjadi pekerjaan lagi bagi kami untuk memastikan siapa yang pasti penerima bantuan pangan tersebut, dan ini menjadi pekerjaan lagi bagi kami. Kami berharap kejadian ini bisa diperbaiki untuk penyaluran bapang pada periode berikutnya, untuk mempercepat penyaluran bantuan,” pungkas H Sukardi.***



