Program Ketahanan Pangan : Bumdes Citrawangi Neglasari Bogor Panen Perdana Ayam Broiler 2,7 Ton Periode II 2026, Tingkatkan PADesa !

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Program ketahanan pangan desa Neglasari Bogor periode tahun 2025 yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Citrawangi kembali membuahkan hasil, setelah sukses panen ayam Pedaging/broiler sebelum idul fitri 1447 H sebanyak 12 ton dan kini kembali panen perdana pada periode peternakan tahap II pada Kamis, 23/04/2026.

Bumdes Citrawangi yang dipercaya mengelola peternakan ayam Pedaging/broiler, yang dibiayai dari dana desa sebesar 20 persen, panen perdana hari ini merupakan kelanjutan program ketahanan pangan tahun 2025.

Pengelola peternakan ayam, Sakija menuturkan kepada Koran Indonesia.net bahwa ayam yang dipanen sekarang merupakan hasil peternakan periode II penebaran DOC sebanyak 9.300 ekor.

“Total DOC (Day Old Chick) yang kami tebar di kandang lantai dasar dan lantai dua masing – masing 4.650 ekor, totalnya 9.300 ekor dan panen perdana ini sekaligus dengan tujuan penjarangan,” katanya.

Menurut Sakija ayam yang dipanen sekarang sudah berusia 26 hari sejak DOC itu ditebar ke dalam kandang dan telah memiliki bobot 9 ons sampai dengan 1,2 kilogram atau rata – rata sekitar 1,1 Kg/ekor.

“Ayam yang kami panen ini sekaligus penjarangan sebanyak 2.000 hingga 2.500 ekor, dan diperkirakan hasil panen mencapai 2,7 ton, kemudian setelah proses penjarangan ini, kami akan panen seluruhnya pada usia ayam 36 hari,”jelasnya.

Terpisah Sekdes Neglasari, Irvan Kosasih mewakili Kepala desa saat dihubungi membenarkan hari ini Bumdes Citrawangi sedang melakukan penjarangan sekaligus panen perdana pada periode penebaran DOC di tahun 2026.

“Iya ini program ketahanan pangan tahun 2025, dan ini merupakan panen perdana untuk periode II. Pada periode I panen dilaksanakan menjelang lebaran idul Fitri dan hasilnya sebanyak 12 ton,” katanya.

Selanjutnya Ia menegaskan hasil penjualan pada periode I, baru bisa menutupi biaya operasional, seperti biaya listrik, upah kerja, sekaligus kembali membeli dedak, bibit (DOC) dan pakan ayam.

“Hasil penjualan periode I baru bisa menutupi biaya operasional, kami berharap di periode II ini bisa surplus, sehingga bisa disisihkan untuk PADesa,”Pungkasnya.***

Scroll to Top