KABAR GEMBIRA ! Jalan Cikampak Bojongrangkas Ciampea Bogor Tengah Dikerjakan, Para Pengendara Mobil Nekat Melintas Meskipun Bahaya Mengintai

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Kabar baik untuk warga Bojongrangkas Kecamatan Ciampea Bogor dan sekitarnya, jalan penghubung antar desa antar kecamatan yang mengalami longsor sudah bertahun – tahun kini tengah dikerjakan penimbunan dan pemadatan tanah sejak Senin, 20/04/2026.

Selama kurun waktu empat tahun lebih jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Warga masyarakat pengguna kendaraan mobil selama itu pula harus melalui jalan alternatif melalui jalan perumahan Dramaga Pratama.

Atas inisiatif Camat Ciampea, Pardi, Kepala desa Bojongrangkas, H Iding Habudin bersama Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, H Hasani ST, melakukan musyawarah dengan para pengusaha lokal setempat, akhir disepakati jalan tersebut dilanjutkan pembangunannya dengan swadaya dari para pengusaha.

Pembangunan jalan tersebut, meskipun dibiayai dari swadaya pengusaha namun pelaksanaan pembangunannya di bawah koordinasi UPT Jalan Jembatan Wilayah IV Ciampea Bogor.

“Progres pekerjaan penimbunan dan pengerasan jalan sudah mencapai hampir 50 persen, kita fokus pada proses penimbunan dan pemadatan tanah, setelah itu dilakukan pengerasan dan dilanjutkan dengan pelapisan aspal,” Kata Yudi Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah IV.

Menurut dia selama ini proses penimbunan dan pemadatan jalan yang berlubang di area bangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) Alhamdulillah berjalan lancar, semoga cuaca bagus terus, bila cuaca bagus akan mempercepat proses pemadatan.

“Kita akan kerjakan secepat mungkin sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan, asal cuacanya bagus terus tidak hujan, karena bila cuaca hujan akan menjadi kendala pada proses pemadatan,”ujarnya.

Pengendara Mobil Nekat Terobos Jalan

Meskipun demikian Yudi menyayangkan banyaknya pengendara roda empat nekat melintasi Jalan Bojongrangkas yang belum rampung diperbaiki, padahal itu berbahaya bagi pengendara itu sendiri, juga kepada para pekerja yang tengah mengerjakan pemadatan tanah.

“‎Padahal sudah jelas di pertigaan jalan Cikampak sudah dipasang spanduk larangan jalan ditutup untuk mobil, namun para pengendara tetap nekat, masuk dan melintas di jalan yang sedang kami perbaiki,” ujarnya.

Upaya telah dilakukan agar para pengendara mobil tidak melintas, dengan memasang barrier di area longsor bahkan pada hari kemarin kita tutup dengan alat berat supaya mobil tidak bisa melintas, namun alat berat yang digunakan menutup jalan dibutuhkan di tempat lain, akhirnya dibuka kembali.

“Pihaknya mengimbau para pengguna jalan untuk tidak memaksakan diri melintas di jalan yang sedang kami perbaiki, mohon bersabar gunakan sementara waktu jalan alternatif, agar proses pekerjaannya bisa cepat tidak ada hambatan apapun,” pungkasnya.***

 

Scroll to Top