BOGOR, KORAN INDONESIA – Program ketahanan pangan yang dibiayai dari Dana Desa (DD) merupakan program strategis nasional yang tujuannya memastikan seluruh penduduk memiliki akses fisik dan ekonomi terhadap pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau secara berkelanjutan. Dan program tersebut dilaksanakan oleh Pemerintah desa di seluruh Indonesia.
Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat program tersebut dilaksanakan oleh 416 desa yang salah satunya desa Neglasari, Kecamatan Dramaga sejak 2022 hingga 2026 tetap eksis menjalankan program strategis nasional pada sektor peternakan, perikanan dan perkebunan.
Kepala desa Neglasari, Yayan Mulyana saat diwawancara Koran Indonesia.net di kantornya menuturkan bahwa program ketahanan pangan sejak awal tahun 2022 hingga saat ini masih eksis terus berjalan. Awalnya ketahanan pangan di kelola oleh Pemerintah desa melalui TPK desa, lalu oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Ketahanan Pangan 2022
Tahun pertama (2022) dilaksanakannya program ketahanan pangan, yakni pada sektor peternakan dengan budidaya dan penggemukan domba yang dipusatkan di wilayah Malangsari RT 01/01. Dan populasi domba saat itu sebanyak 85 ekor.
“Saat ini populasi domba tinggal 76 ekor, karena sebanyak 4 ekor dinyatakan mati dan 5 ekor lainnya hilang digondol maling saat hari pertama puasa lalu, ketika petugas yang menjaga ikut menunaikan shalat Tarawih, kandang dalam keadaan tidak ada yang jaga, domba hilang 5 ekor,” ungkap Yayan Mulyana Jumat, 24/04/2026.
Ketahanan Pangan 2023
Selanjutnya kata Yayan program ketahanan pangan di tahun 2023, masih direalisasikan pada sektor peternakan domba, hanya di tahun ini tidak di satu sentral tetapi di pecah ke beberapa wilayah RW di desa Neglasari.
“Kami bagi di tiga wilayah RW yakni di RW 04 populasinya 36 ekor, RW 05 sebanyak 40 ekor dan RW 06 sebanyak 20 ekor,” katanya.
Populasi domba ketahanan pangan sampai saat ini dari tiga wilayah RW tersebut ada yang bertambah ada yang berkurang, khusus di wilayah RW 06 populasinya berkurang, selain mati juga beberapa domba hilang digondol maling.

Selain ke sektor peternakan di tahun 2023 juga direalisasikan ke sektor perikanan yakni budidaya lele menggunakan kolam Bio-flok, di awal dikembangkan lele namun gagal, kemudian diganti dengan pengembangan ikan nila dan gurame yang dipusatkan di wilayah RW 04.
Ketahanan Pangan 2024
Program ketahanan pangan 2024 masih ke sektor perikanan yakni budidaya nila, gurame dan bawal yang dipusatkan di dua wilayah yakni di RT 01/01 dekat kandang domba dan di wilayah RW 04.
“Program ketahanan pangan 2022 hingga 2024 pada sektor peternakan dan perikanan sampai saat ini masih eksis dan dapat kami pertanggung jawabkan,” tegas Yayan.
Ketahanan Pangan 2025
Program ketahanan pangan tahun 2025 pengelolaannya dipercayakan kepada Badan Usaha Milik Desa ( Bumdes ) Citrawangi, dan direalisasikan pada sektor peternakan yakni peternakan ayam broiler.
Peternakan ayam Broiler kandangnya dipusatkan di perbatasan RT 04/04, bangunan kandang dibuat dua lantai dan berdiri diatas tanah sewa milik warga. Pada periode I penebaran DOC (Day Old Chick) dengan populasi 8.000 ekor dan saat panen menghasilkan 12 ton.
“Hasil panen sebanyak itu, ada yang dijual ke pengepul, dan hasil penjualannya itu oleh Bumdes diputar lagi untuk biaya operasional, listrik, beli dedak, dan bibit DOC dan lain – lain dan kas Bumdes itu sendiri. Dan hasil panen juga ada yang di berikan ke masyarakat kurang mampu, yang wajib dibantu di semua wilayah di desa Neglasari,” jelas Yayan.

Kemudian pada periode II Bumdes kembali memasukan DOC ke dalam kandang sebanyak 9.300 ekor. Dan pada hari Kamis, 23/04/2026 telah panen perdana sekaligus dengan tujuan penjarangan agar volume ayam di dalam kandang tidak penuh sesak yang akan mengakibatkan Kematian ayam.
“Dan penjarangan itu saat ayam telah memasuki usia 26 hari memiliki bobot rata – rata 1,1 kilogram, dan yang sudah diangkat sebanyak 2.500 ekor menghasilkan kira – kira 2,7 ton,” ujarnya.
Setelah penjarangan, itu butuh waktu 10 hari akan dilakukan panen seluruhnya sebanyak 6.800 ekor, atau mungkin secepatnya di akhir April 2026 dan selambatnya di awal Mei 2026 ayam akan dipanen semuanya.
“Saat ini hasil panen baru bisa menutupi biaya operasional, kami berharap ke depan hasil panen ayam, Bumdes bisa surplus sehingga diharapkan ada pendapatan untuk PADesa,” Imbuhnya.
Ketahanan Pangan 2026
Selanjutnya kata Yayan meskipun anggaran ketahanan pangan 2026 relatif kecil akibat pengurangan dana desa dari pemerintah pusat, namun pihaknya tetap mengalokasikan anggaran untuk program ketahanan pangan yang akan di kelola oleh Bumdes.
“Ketahanan pangan tahun 2026 akan kami realisasikan ke sektor pertanian dengan menanam terong ungu dan ke sektor perikanan pembesaran ikan nila, gurame dan ikan bawal dengan menggunakan kolam terpal. Kami harapkan program ketahanan pangan 2022-2026 tetap eksis dan dapat kami pertanggung jawabkan,” pungkasnya.***



