BOGOR, KORAN INDONESIA – Ratusan pedagang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Taman Heulang Bogor mendukung program pemerintah kota (Pemkot) Bogor yang akan menata tempat berjualan pedagang kuliner di kawasan Taman Heulang agar terlihat rapih, nyaman dan asri.
Taman Heulang merupakan salah satu spot wisata di kota Bogor yang ramai dikunjungi pengunjung setiap weekend Sabtu dan Minggu setelah Kebun Raya, Alun – alun dan kawasan kuliner Suryakencana. Ramainya pengunjung sudah tentu satu paket dengan munculnya para pedagang kuliner dan fashion di area taman yang sudah menjadi salah satu iconik kota Bogor.
Diketahui, pedagang yang berjualan di seputaran kawan Taman Heulang yakni pedagang makanan (kuliner) dan pedagang aneka busana (fashion) hasil produksi rumahan (Home Industri), mereka rata – rata berjualan di Taman Heulang sudah tahunan.
Salah satu pedagang fashion, Azis warga Pondok Aren Kecamatan Bogor Utara, kota Bogor mengaku telah berjualan di Taman Heulang selama lebih dari lima tahun. Dan menurut dia awal adanya pedagang justru fashion itupun jumlahnya tidak banyak, hanya beberapa orang saja. Namun setelah pengunjung mulai ramai munculah para pedagang makanan dan minuman (kuliner).
“Awalnya kami jualan di Taman Heulang hanya sedikit, ke sini – sininya makin rame pengunjung, makin banyak juga pedagang yang berjualan,” kata Azis Sabtu, 25/04/2026.
Selanjutnya Ia menegaskan mendukung pemerintah daerah menata pedagang, tetapi jangan hanya pedagang kuliner, pedagang fashion juga diusulkan untuk diberikan ruang untuk ditata agar menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam rangka menghidupkan perekonomian masyarakat.
“Kami mengusulkan seperti itu, agar perekonomian masyarakat tetap bertahan bahkan tumbuh di tengah situasi ekonomi negara ini sedang tidak baik – baik saja, biaya hidup tinggi, biaya pendidikan mahal, biaya kesehatan juga tidak murah, kami mohon kebijaksanaan dari pimpinan daerah agar kelangsungan hidup kami juga bisa dipikirkan, kami tidak minta uang ke pemerintah tetapi tolong kami diberikan ruang untuk mengais rejeki buat keluarga,” tegasnya.
Senada dengan pedagang, koordinator pedagang Taman Heulang, Johan saat dihubungi koran indonesia.net di lokasi mengatakan mendukung program penataan pedagang yang akan dilakukan Pemkot Bogor.
“Kami sebagai warga kota Bogor tidak ada alasan untuk tidak mendukung program pemerintah kota Bogor, namun demikian agar perekonomian warga sekitar juga tumbuh, penataan itu tentunya kami mengusulkan tidak hanya untuk pedagang kuliner saja tetapi dengan pedagang fashion,” ungkap Johan.
Pedagang kuliner dan fashion yang selama ini masuk dalam binaannya sebanyak 108 Pedagang terdiri dari 70 Pedagang kuliner dan 38 Pedagang fashion.
“Usulan kami seperti itu, tetapi kalau hanya pedagang kuliner yang ditata juga nggak masalah, tetapi kami mengusulkan pedagang fashion tetap diizinkan berjualan setiap hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 06 pagi hingga 12 siang,” tegas Johan
Dalam kesempatan itu, Ia juga mengungkapkan siap bekerjasama dengan pemerintah daerah, kawasan Taman Heulang ini agar bisa menghasilkan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Bogor.
“Kami sepakat dengan para pedagang dan siap melaksanakan tugas, dan siap berkontribusi untuk PAD kota Bogor,” pungkasnya.***



