BOGOR, KORAN INDONESIA – Harga pangan di Pasar Dramaga Bogor mengalami penurunan, diduga pasca tidak beroperasinya dapur MBG selama libur sekolah. Penurunan tersebut diduga permintaan pasar bahan baku (pangan) dari dapur MBG tidak ada sehingga produk pangan berlimpah di pasar.
Penurunan harga pangan tersebut diakui para pedagang di pasar Dramaga Bogor, seperti pedagang telur ayam, daging ayam dan sayur mayur. Dan diakui para pedagang dengan harga pangan turun omzet mereka bertambah, karena harga – harga pangan jadi terjangkau oleh masyarakat.
Berdasarkan investigasi Koran Indonesia di lapangan, berikut pengakuan para pedagang di pasar Dramaga Bogor, harga pangan turun diduga dipengaruhi tidak beroperasinya dapur MBG selama liburan anak sekolah.
Harga Telur Ayam
Pedagang telur ayam di pasar Dramaga, H Isrof mengatakan bahwa harga telur yang ia jual saat MBG beroperasi itu mencapai Rp 30.000/kg bahkan sempat mencapai Rp 33.000/kg, dan omzet paling sekitar 30 peti.
Namun saat harga telur turun hingga Rp 22.000/kg omzet kembali naik, sehari bisa habis 40 sampai 50 peti.
“Fenomena penurunan harga ini kami menduga ada pengaruhnya dari tidak beroperasinya dapur MBG selama libur sekolah. Permintaan berkurang stok barang berlimpah, dan pada akhirnya harga terjangkau oleh semua lapisan masyarakat,” katanya.
Pihaknya berharap ini menjadi bahan evaluasi buat Pemerintah, agar inflasi tidak terus menerus terjadi, dan daya beli masyarakat kembali normal, harga kebutuhan pangan terjangkau.
“Sudah dua pekan kami menjual telur ayam dengan harga Rp 22.000/kg, dan baru dua hari terakhir ini harga telur kembali naik Rp 2.000/kg sehingga harga telur saat ini dijual Rp 24.000/kg,” ujar H Isrof Jumat, 03/07/2026.
Harga Daging Ayam
Penurunan harga juga dirasakan oleh Ocol kios pedagang daging ayam di pasar Dramaga, Ia menjelaskan harga ayam semula mencapai Rp 38.000/kg saat dapur MBG beroperasi, namun saat ini ketika dapur MBG berhenti beroperasi selama liburan anak sekolah, harga daging ayam turun Rp 10.000/kg dan saat ini dijual dengan harga Rp 26.000 – Rp 28.000/kg.
“Penurunan harga daging ayam, omzet penjualan diakuinya meningkat, masyarakat banyak membeli karena harganya jadi terjangkau, tadinya waktu harga mahal paling kita kuat jual sekitar 100 kg/hari, namun saat harga turun penjualan kami meningkat hingga 200 kg/ hari,” ujarnya.
Harga Daging Sapi
Sementara itu, harga daging sapi kios Abah Oom mengaku harga daging yang dijual ke masyarakat pasca Idul Adha hingga saat ini harga stabil, daging sapi lokal dan infor dikisaran harga Rp 140.000 – Rp 150.000/kg.
“Kami tetap menekan harga jual ke masyarakat dengan harga tersebut, sebetulnya dari produsen daging harga pembelian itu naik terus, namun kami tidak berani menaikan harga, kalau harga kami naikkan juga masyarakat jarang yang beli. Jadi kami tetap mematok harga lama, meskipun harga pembelian sudah naik berkali – kali,” tegasnya.
Dalam kondisi daya beli masyarakat rendah, diakuinya omzet turun dan keuntungan pun turun, pihaknya berharap Pemerintah segera mengambil langkah – langkah agar harga daging sapi bisa stabil, bisa terjangkau oleh masyarakat.
Harga Beras
Kemudian komoditas yang mengalami kenaikan dialami Beras medium dan premium. Beras medium beriksar antara Rp 11.500 – Rp 12.000/liter dan beras Premium antara Rp 14.000 – Rp 15.000/liter.
Harga Minyak Goreng
Harga minyak goreng 35.000/2 lite, dan minyak goreng 19.000/liter
Harga Sayur Mayur
Penurunan juga dialami harga sayur mayur, diakui pedagang, hampir semua komoditas mengalami penurunan, diantaranya ;
Cabai merah Rp 50.000/kg turun jadi Rp 30.000/kg.
Cabai merah kriting Rp 60.000/ kg jadi Rp 40.000/kg.
Cabai Jablai Rp 80.000/kg jadi Rp 60.000/kg.
Bawang merah Rp 50.000/kg jadi Rp 30.000/kg.
Bawang putih Rp 45.000/kg jadi Rp 35.000/kg.
Suara Masyarakat
Penurunan harga kebutuhan pokok di pasar Dramaga disambut gembira oleh masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, salah satunya Ibu Maesaroh mengaku senang dengan penurunan harga sembako di pasar Dramaga.
“Kami sekeluarga kebutuhan telur ayam itu 2 kilogram untuk 2 hari karena keluarga pada seneng telur, waktu harga tinggi lumayan juga merogoh kantong rada dalam, namun setelah harga turun hanya Rp 22.000/kg terasa ringan,” katanya.
Selain telur, harga daging ayam dan sembako lainnya juga pada turun, kalau harga kaya begini senang, gak bikin stres emak – emak, leluasa ngatur keuangan kebutuhan dapur. Menurut informasi penurunan harga ini kata dia karena dapur MBG libur.
“Kami berharap agar harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat secara luas, kami berharap keberadaan program MBG ditinjau kembali oleh Pemerintah, Ini fakta adanya MBG harga pangan naik, MBG tidak beroperasi harga pangan turun semua,” pungkasnya.***



