SUKABUMI, KORAN INDONESIA – Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil V kota/ Kabupaten Sukabumi, Dra Hj Lina Ruslinawati melaksanakan kunjungan kerja ke desa Nanggerang dalam rangka pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 pada Sabtu, 04/07/2026.
Dalam kunjungan kerja tersebut anggota dewan dari Partai Gerindra berdiskusi dengan masyarakat di aula pertemuan desa Nanggerang dihadiri Direktur Keuangan PT MBI, Septy Diana (Ibu Dian), Kepala desa Nanggerang, Unang Suwandi beserta jajaran, para kader partai Gerakan Indonesia Raya ( Gerindra) dan perwakilan masyarakat desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.
Politisi Partai Gerindra yang membidangi urusan Perekonomian mencakup sektor perdagangan, perindustrian, pertanian, perikanan, peternakan, perkoperasian, pariwisata, penanaman modal, hingga pengelolaan keuangan dan perusahaan daerah, dalam pertemuannya dengan masyarakat Ia didampingi jajaran tim dari Gerindra Cabang Sukabumi, menyampaikan Dwi fungsi anggota dewan.
“Kami datang ke desa Nanggerang dalam rangka menjalankan fungsi anggota dewan, yakni fungsi pengawasan, anggaran dan fungsi legislasi,” ungkap Dra Hj Lina Ruslinawati.
Menurut Hj Lina, seluruh anggota dewan yang berjumlah 120 orang saat ini tengah berkunjung ke daerah pemilihan (dapil) masing – masing di seluruh Jawa Barat, dalam rangka pengawasan penyelenggaraan pemerintahan tahun anggaran 2026.
“Kami datang ke desa ini selain menjalankan fungsi dewan, juga mendengarkan aspirasi masyarakat, setiap usulan dan masukan kami catat, untuk dijadikan bahan pembahasan dalam rapat dewan dalam rangka menyusun program dan anggaran di tahun 2027,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Mandiri Banana Indonesia, Septy Diana (Ibu Dian) dalam sambutannya pada pertemuan tersebut menyampaikan profil PT MBI, yang telah bekerjasama dengan Pemerintah desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi.
“Kami telah bekerjasama dengan Pemdes Nanggerang sudah dua tahun berjalan, kami sudah menanam pisang barangan, kacang edamame, jahe, talas, jagung dan lain – lain untuk mensuplai kebutuhan pasar,” ujarnya.
Terpisah di lokasi yang sama, Kepala desa Nanggerang, Unang Suwandi mengatakan bahwa Pemerintahan yang dipimpinnya sudah bekerjasama dengan PT MBI lumayan cukup lama, awalnya ia mengaku di wilayahnya banyak lahan yang kurang produktif, dan kurang menghasilkan.
Namun setelah bermitra dengan PT MBI saat ini ada sekitar 10 hektar lahan yang sudah ditanami pisang barangan ditumpang sari dengan tanaman kacang edamame dan talas, serta sekarang lagi dikembangkan juga tanaman jahe, talas dan jagung.
“Kita mendapatkan supervisi serta menjalankan SOP penanaman pisang barangan, juga dengan sistem tumpang sari dari PT MBI, hasilnya sangat baik, kemudian PT MBI juga sebagai offtaker, jadi kami tidak memikirkan lagi terkait pemasaran, dan kami serta para petani fokus pada penanaman, bagaimana caranya bisa menghasilkan panen dengan kualitas bagus,” tegas Unang.

Tinjau Kebun Pisang Barangan
Usai melakukan pertemuan dengan warga masyarakat, Hj Lina langsung meninjau kebun pisang barangan yang dikelola desa Nanggerang bersama PT Mandiri Banana Indonesia. Ia berkeliling kebun pisang dan kacang edamame didampingi Ibu Dian, Pak Unang Suwandi, dan Tenaga ahli dari PT MBI, Pak Soma.
Dalam peninjauannya di lokasi kebun, ia mendapat penjelasan terkait teknik budidaya pisang barangan dan Budi daya kacang edamame yang disampaikan Kades Nanggerang, Direktur Keuangan dan tenaga ahli PT MBI. Dan usai mendapat penjelasan ia merasa kagum ingin juga menanam pada lahan yang dimilikinya untuk ditanami pisang barangan dan kacang edamame.
“Kami kagum melihat realita di lapangan ternyata desa Nanggerang telah mengembangkan pertaniannya cukup maju, mengembangkan pertanian dengan budidaya pisang barangan dan kacang edamame bermitra dengan pihak swasta. Ini terobosan bagus, dan patut dicontoh oleh desa – desa lain di Kabupaten Sukabumi khususnya, umumnya desa – desa di Jawa Barat,” pungkasnya.***



