Politisi Partai Gerindra, Dra Hj Lina Ruslinawati Kagum Melihat Lahan Pertanian Pisang Barangan yang Dikelola Desa Nanggerang Sukabumi Berkolaborasi dengan PT MBI

Bagikan

SUKABUMI, KORAN INDONESIA – Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sekaligus sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil V kota/ Kabupaten Sukabumi, Dra Hj Lina Ruslinawati disela kesibukannya melakukan pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 menyempatkan diri meninjau lahan pertanian di desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu, 04/07/2026.

Dalam peninjauan lahan pertanian pisang barangan dan kacang edamame Ia didampingi Direktur Keuangan PT Mandiri Banana Indonesia (MBI) Septy Diana yang akrab dipanggil ibu Dian, Tenaga ahli dari PT MBI, Soma, Kepala desa Nanggerang, Unang Suwandi.

Usai meninjau lahan pertanian Hj Lina dalam keterangannya kepada Koran Indonesia mengatakan bahwa dalam kunjungannya ke dua desa hari ini, yaitu di Cidahu dan desa Nanggerang tentunya memastikan bantuan keuangan dari Provinsi itu bagaimana pelaksanaanya di lapangan.

“Ketika bantuan yang diterima di desa – desa itu efektif penggunaannya, tentunya kami bisa meningkatkan, bantuan apa lagi yang harus diberikan ke desa – desa ketika hasil pembangunannya itu benar – benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Kemudian Ia menuturkan bahwa di tahun 2025-2026 Provinsi Jawa Barat fokus pada pembangunan infrastruktur. Diharapkan jalan – jalan yang dibangun pemprov Jabar terintegrasi dengan sentra pertanian. Dengan jalan yang bagus akan mempercepat arus barang dan jasa khususnya komoditas hasil pertanian.

“Anggaran di tahun 2027 pun masih fokus ke Infrastruktur, dan komposisi anggaran mitra komisi II terkait pertanian & perekonomian tidak lebih dari 1% dari APBD Jawa Barat, sementara bidang pendidikan 20%, kesehatan 20%, infrastruktur 20%,” ujarnya.

Lalu ia mengaku sejak tahun 2009 memperjuangkan anggaran untuk perekonomian, pertanian agar naik di level 10%, apabila anggaran bisa naik di level itu kemungkinan petani bisa sejahtera.

Program ketahanan pangan yang sudah dilakukan oleh pemerintah desa Nanggerang sudah cukup bagus, dengan menggandeng pihak swasta, sehingga pengelolaan kebun ini cukup baik, rapi dan bersih, menghasilkan panen yang baik pula, sehingga perekonomian di desa ini menjadi tumbuh.

“Kami berharap kebun yang ada di desa Nanggerang ini bisa menjadi percontohan untuk desa – desa di Sukabumi Khususnya, umumnya desa – desa di Jawa Barat,” Imbuhnya.

Permasalahan yang dihadapi para petani itu secara umum ada tiga yaitu terkait pupuk, ketersediaan lahan dan pemasaran. Nah di desa Nanggerang ini Ia mengaku kagum ternyata di level desa sudah bisa mengelola lahan puluhan hektar bekerjasama dengan PT MBI, tentunya kan ini berdampak pada perekonomian di desa serta bisa mensejahterakan masyarakat di desa itu sendiri.

“Kami berharap mindset masyarakat khususnya petani harus mulai berubah, karena yang dikelola desa Nanggerang dan PT MBI tanam pisang barangan dan kacang edamame, pasarnya sudah jelas maka petani harusnya tanam juga tanaman yang sama, jangan tanam tanaman yang lain yang belum jelas pasarnya,” tegas Hj Lina.

Pihaknya kembali menegaskan apa yang telah dilakukan desa Nanggerang ini bisa menjadi pilot projek untuk desa – desa lain, dan pihaknya juga berharap PT MBI juga bisa menggandeng desa – desa lain di Jawa Barat, bukan hanya desa Nanggerang saja, atau ada stakeholder – stakeholder lain yang bisa sama seperti PT MBI bisa bekerja sama mengelola program ketahanan pangan di desa – desa.

Sementara itu Dirut PT MBI, Fachri Yulizar saat dihubungi Koran Indonesia via telepon menyampaikan permohonan maaf tidak bisa hadir mendampingi kunjungan Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat karena sedang berada di Jawa Timur untuk urusan pekerjaan. Ia menyampaikan terima kasih atas kunjungannya ke kebun pisang barangan dan kacang edamame yang telah dikelola pihaknya bersama pemerintah desa Nanggerang.

“Demplot yang kami kelola secara Nasional ada di lahan Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta bekerjasama dengan Kwarnas (Kwartir Nasional Gerakan Pramuka) dan sekala regional ada di desa Nanggerang,” ujarnya.

Pihaknya siap berkolaborasi dengan siapapun dan pihakmanapun, termasuk dengan DPRD Provinsi Jawa Barat di komisi II yang membidangi pertanian.

“Kami pasarnya sudah ada, untuk memenuhi kebutuhan pasar di Jabotabek saja masih kurang, perlu produktivitas yang lebih tinggi lagi, oleh karena itu kami siap bekerja sama dengan desa – desa, kita tanam pisang barangan dan kacang edamame,” pungkas Fachri Yulizar.***

 

Scroll to Top