JAKARTA, KORAN INDONESIA – Merantau membawa seseorang pada lingkungan dan tantangan baru. Jauh dari keluarga, menyesuaikan diri dengan kehidupan di kota lain, sekaligus membangun jalan karier menjadi proses yang harus dijalani secara bertahap.
Hal itu juga dijalani Nikmat Harahap, pemuda asal Sumatera Utara yang kini menetap di Jakarta Pusat. Di tengah kehidupannya sebagai perantau, Nikmat menekuni dunia kepenulisan sekaligus membuat konten di media sosial.
Berdasarkan rilis yang diterima redaksi, Nikmat mulai tertarik pada dunia literasi sejak duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar. Ketertarikan tersebut kemudian terus dikembangkan hingga ia menerbitkan dua buku.
Buku pertamanya berjudul Dunia Emang Sejahat Ini yang disebut terbit pada 20 Maret 2025. Setahun kemudian, ia menerbitkan karya keduanya berjudul Doa Ibu yang Udah Tiada pada 28 April 2026.
Dalam rilis tersebut, Nikmat menyampaikan bahwa dunia kepenulisan menjadi salah satu bidang yang ingin terus ia tekuni sejak kecil.
“Sejak kecil saya memang ingin menjadi penulis. Ketika merantau, saya mencoba membangun kembali mimpi tersebut melalui tulisan,” demikian pernyataan Nikmat dalam rilis yang diterima redaksi.
Kini, ia menggunakan nama Nikmat HRP dalam aktivitas kepenulisannya. Selain menerbitkan buku, ia juga membagikan tulisan dan berbagai konten melalui sejumlah platform media sosial.
Berdasarkan data yang tercantum dalam rilis, akun TikTok @nikmathrp_ disebut telah memiliki sekitar 65 ribu pengikut. Sementara akun Instagram @nykamathrp_ memiliki sekitar 20 ribu pengikut.
Di Facebook, akun @nikmat offcial disebut memiliki sekitar 109 ribu pengikut. Sementara kanal YouTube @nykmat offcial tercatat memiliki sekitar 12 ribu pelanggan.
Rilis tersebut juga menyebutkan bahwa karya-karya Nikmat telah dibaca oleh puluhan ribu orang dan kedua bukunya disebut terjual sekitar 100 eksemplar setiap bulan.
Angka-angka tersebut merupakan informasi yang disampaikan dalam rilis.
Bagi Nikmat, kehidupan di tanah rantau menjadi bagian dari perjalanan untuk mengembangkan kemampuan menulis dan membangun kehadiran di ruang digital.
Perjalanannya di dunia literasi masih terus berlangsung. Dengan dua buku yang telah diterbitkan dan aktivitas sebagai kreator konten, Nikmat kini berupaya mengembangkan karya serta menemukan pembaca melalui berbagai medium.



