BOGOR, KORAN INDONESIA – Antisipasi perubahan iklim dilakukan berbagai upaya oleh pemerintah mulai dari penanaman pohon pada area yang dijadikan hutan kota skala kecamatan maupun skala desa, adapula yang membuat resapan air termasuk membuat sumur bor, seperti yang dilakukan Pemerintah desa Sukawening Bogor.
Kepala desa Sukawening, Jarkasih SIP mengatakan bahwa saat ini pemerintahannya tengah merealisasikan anggaran dana desa tahap II tahun 2026 pada program perubahan iklim dengan membuat dua sumur bor di dua titik lokasi sekaligus dalam rangka mengantisipasi perubahan iklim yang berdampak pada sulitnya air bersih.
“Dana Desa Tahap II Tahun 2026 kami realisasikan pada pembuatan dua sumur bor di wilayah Cibeureum Kalong RW 05 dan Kp Cibeureum Legok Aneng RW 04,” Kata Jarkasih Selasa, 01/09/2026.

Pembangunan pengeboran sumur bor tersebut rata – rata pada kedalaman 40 meter, dengan pagu anggaran masing – masing Rp 26 juta sudah satu paket dengan jasa pembuatan sumur bor, mesin air, instalasi pipa, konstruksi penyangga toren berikut dengan toren kapasitas 1.000 liter.
Dana desa tahap II tahun 2026 yang sudah dialokasikan total sebesar Rp 90 jutaan selain direalisasikan pada pembuatan dua sumur bor juga direalisasikan pada pembangunan jalan lingkungan berupa beton dan aspal hotmix sepanjang 200 meter berikut dengan kelengkapannya berupa TPT jalan dan saluran air.
Menurut Jarkasih mayoritas warga Sukawening di wilayah Cibeureum Kalong dan Cibeureum Legok Aneng memiliki sumur tadah hujan, ketika musim kemarau rata – rata sumur mereka kering, dan kesulitan air bersih.
“Kami berharap dengan dibangunnya dua sumur bor di dua titik lokasi membuktikan bahwa negara hadir, khususnya pemerintah desa Sukawening hadir dan menjadi solusi mengatasi kesulitan air pada musim kemarau dan perubahan iklim,” ujarnya.

Kemudian Ia juga menjelaskan terkait pembangunan jalan lingkungan berikut kelengkapannya di wilayah RT 03 RW 04 sebelumnya jalan lingkungan ini masih tanah, manakala musim hujan jalanan licin dan rawan warga terjatuh, oleh karena itu jalan ini menjadi target dibangun dengan dana desa tahap II tahun 2026.
Dengan dibangunnya jalan lingkungan ini semoga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, dapat memperlancar dan mempercepat arus barang dan jasa dan sekarang nyaman untuk dilalui pejalan kaki maupun kendaraan roda dua.
“Kami berharap hasil pembangunan yang dibiayai negara ini awet dan tahan lama, baik sumur bor maupun jalan lingkungan, masyarakat tumbuh rasa sense of belonging, untuk menjaga, merawat dan memeliharanya, khususnya jaga kebersihannya tidak membuang sampah sembarangan,” tandas Jarkasih.***



