BOGOR, KORAN INDONESIA – Cuaca ekstrim yang menimbulkan hujan deras dengan intensitas tinggi akhir – akhir ini sering terjadi di wilayah Kabupaten Bogor, mengakibatkan terjadinya banjir dan longsor di beberapa wilayah, salah satunya banjir terjadi di kp. Cibeureum Gg. Prihatin Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor. Minggu (19/04/2026).
Penyebab terjadinya banjir Diduga karena saluran drainase dan irigasi yang menjadi batas desa masih dalam tahap pekerjaan pihak pengembang perumahan bersubsidi, sehingga aliran air tersendat dan tidak lancar seperti semula.
Sekdes Neglasari, Irvan Kosasih saat dikonfirmasi Koran Indonesia.net membenarkan telah terjadi banjir saat hujan deras di Kp Cibeureum Gg Prihatin, beberapa rumah warga terendam air.
Pihak mengaku sudah beberapa kali melaporkan dan memanggil perwakilan pihak pengembang (pada hari Sabtu lalu) agar segera memperbaiki dan membangun kembali saluran air tersebut agar air bisa mengalir normal.
Wilayah dan Warga Terdampak
Selanjutnya Irvan mengungkapkan wilayah terdampak tambahan, yakni Kp Cibereum, Gang Prihatin, RT 04 / RW 02, Sekitar 5 sampai 10 rumah yang terkena dampak genangan/banjir, hingga meluas sampai ke lingkungan RT/RW tertentu.“Kami berharap setelah pertemuan hari Sabtu kemarin, pihak pengembang segera bertindak cepat memperbaiki drainase/saluran air agar aliran air lancar dan kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Irvan.
Janji Pengembang Perumahan Bersubsidi
Kemudian Ia mengungkapkan pada pertemuan yang berlangsung di kantor desa pihak pengembang berjanji akan segera menindaklanjuti dan mengerjakan saluran drainase secepat mungkin.
“Ada beberapa titik sodetan yang kondisinya bermasalah dan harus segera diperbaiki agar air bisa mengalir lancar.
Dan poin paling penting adalah aliran air harus dikembalikan seperti semula. Tidak boleh ada perubahan pola aliran yang justru memicu banjir ke pemukiman warga.”tegas Irvan.
Sebelum adanya pembangunan perumahan tersebut, warga Kp Cibeureum Gang Prihatin tidak pernah mengalami kebanjiran, namun dengan hadirnya pengembang yang kurang memperhatikan saluran drainase kini warga di sana terendam banjir dan menderita kerugian.
“Untuk mengatasi banjir kuncinya pengembang harus segera memperbaiki saluran drainase, difungsikan kepada saluran aslinya. Kami harapkan pengembang menempati janjinya agar saat hujan warga tidak di hantuinrasa was was dan cemas kebanjiran,” pungkas Irvan Kosasih.***



