Budidaya Pisang Barangan & Kacang Edamame di Nanggerang Sukabumi Jadi Pilot Projek PSN08, Dukung Ketahanan Pangan Nasional dari Pertanian Desa untuk Indonesia

Bagikan

SUKABUMI, KORAN INDONESIA – Gapoktan Sejahtera desa Nanggerang lahir di bawah naungan PT Mandiri Banana Indonesia (PT MBI) dan Pemerintah desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Enam gabungan kelompok tani yang bersatu dalam Gapoktan Sejahtera, menanam budidaya pisang barangan jumbo merah dan kacang edamame.

Berdirinya Gapoktan Sejahtera disambut baik masyarakat desa Nanggerang sekaligus mendapat perhatian banyak pihak, termasuk salah satunya Paguyuban Solidaritas Nasional (PSN08) Prabowo Centre Indonesia.

Hal tersebut diketahui dari acara Tasyakuran Gapoktan yang berlangsung di gedung sekretariat Gapoktan di jalan Kebon Kawung, desa Nanggerang, salah satu undangan yang hadir dari perwakilan PSN08 Prabowo Centre Indonesia, Subekti Setiawan

Usai mengikuti rangkaian acara Tasyakuran, Subekti menuturkan kepada Koran Indonesia.net bahwa Ia hadir di desa Nanggerang Sukabumi dalam rangka mengikuti acara Tasyakuran berdirinya Gapoktan Sejahtera (Balitbanglat AGRI MBI).

“Setelah kami meninjau dan melihat langsung fakta di lapangan, insya Allah pengembangan bidang pertanian yang dikelola PT MBI dan Pemerintah desa Nanggerang serta Gapoktan Sejahtera akan kami jadikan Pilot Projek untuk program ketahanan pangan PSN08 Prabowo Centre Indonesia.

Pihaknya mengetahui adanya Gapoktan Sejahtera yang sudah bekerjasama dengan PT MBI, budidaya penanaman pisang barangan jumbo merah dan kacang edamame dari Komisaris Utama PT MBI yang juga sebagai Ketua Divisi Ketahanan Pangan dari DPP PSN08 Prabowo Centre Indonesia.

“Kami melihat apa yang telah dilakukan para petani di sini dinilai cukup berhasil dalam budidaya pisang barangan jumbo merah dan kacang edamame yang hasil panennya sudah dipasarkan ke wilayah Jabodetabek,” ujar Subekti Kristiawan, Sabtu, 08/08/2026 malam.

Menurut pengamatan dan informasi yang Ia dapat pasar Jabodetabek belum semuanya bisa tercover karena masih terbatasnya produktivitas hasil panen, sehingga ini masih terbuka lebar untuk dikembangkan, agar produktivitasnya terus meningkat, sehingga permintaan pasar bisa terpenuhi.

Kemudian produktivitas kacang edamame juga sama, komoditas pangan satu ini rasanya lebih enak dan gurih, butiran kacangnya lebih besar dan permintaan pasarnya pun cukup tinggi, namun lagi – lagi produktivitasnya belum bisa mensuplai pasar secara merata, sehingga perlu terus dikembangkan.

“Kami melihat potensi dan peluang dua komoditas pangan ingin cukup menjanjikan, memiliki nilai ekonomi cukup baik, sehingga kami akan menjadikan demplot Gapoktan ini menjadi pilot projek untuk nantinya dikembangkan di seluruh Indonesia dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional dan swasembada pangan,” tegasnya.

Selain itu lanjut Subekti, PT MBI membuat sesuatu yang menarik yakni akan mengembangkan beberapa jenis padi tanpa pengairan seperti sawah, juga sudah menciptakan pupuk sendiri untuk kebutuhan tanaman di lokasi ini.

“Kami melihatnya ini sangat bagus semuanya sudah terintegrasi di PT MBI, benih dan pupuk ada, hasil panennya sudah langsung dibeli (Offtaker) jadi petani di sini hanya fokus pada penanaman saja, bagaimana menghasilkan panen yang bagus,” ucapnya.

Pupuk yang dihasilkan PT MBI kata dia, dalam area lahan 1 hektar itu hanya butuh pupuk sebanyak 62 kilogram, sementara yang umum pada lahan seluas itu butuh pupuk sekitar 100 kilogram.

“Kami melihat ini sebuah terobosan baru satu hektar hanya butuh 62 kilogram pupuk dengan hasil panen jauh lebih baik, tentunya ini akan lebih irit dan efisien dari sisi biaya pupuk,” katanya.

Pihaknya yakin bidang pertanian yang dikembangkan di desa Nanggerang bisa juga dikembangkan di daerah lain di Indonesia. ” Kami yakin dan optimis ini bisa dikembangkan di seluruh Indonesia, untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional menuju swasembada pangan dimasa akan datang,” harapannya.

Sementara itu, Dirut PT MBI Fachri Yulizar menyambut baik rencana dari Paguyuban Solidaritas Nasional (PSN08) Prabowo Centre Indonesia yang akan menjadikan demplot pertanian desa Nanggerang menjadi pilot projek program ketahanan pangan PSN08.

“Selama ini kami berkomitmen mendukung program ketahanan pangan Nasional dengan mengembangkan sektor pertanian dari desa untuk Indonesia,” pungkasnya.***

Scroll to Top