BOGOR, KORAN INDONESIA – Ratusan pengusaha dan Sopir angkutan kota (Angkot) trayek 05A Ciomas – Pagelaran Bogor geruduk kantor Kecamatan Ciomas. Mereka melakukan unjuk rasa (Demo) menolak angkot mereka di Reduksi oleh Pemerintah pada Senin, 10/08/2026.
Sekretaris Organda Korda 1 Jabar, Jadi Indra Mulyadi mengatakan bahwa rencana reduksi itu tidak ujug – ujug tetapi pihaknya sudah menyampaikannya sejak Juni 2026, kawan – kawan KKSU secara door to door menyampaikan informasi terkait rencana reduksi.
Program reduksi tersebut lanjut dia, bukan ingin membunuh, justru ingin meningkatkan penghasilan untuk pengusaha maupun para awak angkot. Karena trayek 05A ini jumlahnya 371 angkot saat ini yang existing faktanya tidak sesuai dengan realita di lapangan.
“Kami mengusulkan kepada Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, biar data yang ada jumlahnya sama dengan realita di lapangan, nah melalui program sif dimulai sejak 2010, dari 10 trayek yang melintas kota Bogor, kami melihat hanya trayek Ciomas yang tidak bisa melakukan ekspansi, tidak bisa melakukan peremajaan, dengan demikian suplai dan domain nya tidak pas,” ungkap Jadi Indra.

Pihaknya berharap melalui program reduksi ini, para pemilik dan sopir angkot melakukan scraping, angkot yang sudah tua dan tidak jalan dimatikan, lalu melakukan peremajaan. Dengan demikian yang tadinya di sif 20 hari kerja, mereka bisa narik 30 hari kerja, ketika sudah bisa narik setiap hari otomatis penghasilan meningkat, para sopir angkot bisa bergantian, tidak dari pagi hingga malam terus bekerja.
“Kita harapkan dengan upaya – upaya itu, bisa diterima oleh para pengusaha dan Sopir angkot, sebab tujuan pemerintah juga untuk kebaikan semuanya,” ucapnya.
Penolakan Reduksi Diduga Miskom
Kemudian Ia mengungkapkan adanya penolakan Reduksi dari para pengusaha dan sopir angkot ini diduga terjadi mis komunikasi, informasinya tidak tersampaikan dengan baik.
“Sebelumnya kami sudah terima informasi bahwa sudah siap menerima reduksi bahkan ada yang sudah menandatangani pernyataan setuju, tetapi tadi malam kami terima info terbaru ada pihak – pihak yang menolak reduksi, dan sebetulnya hari ini kami siap untuk melakukan launching,” ujarnya.
Rencananya hari ini, akan launching reduksi, angkot yang sudah jadi besi tua akan disemprot dan yang sudah berusia lebih dari 25 tahun akan dipasang stiker Reduksi.
“Ketika sudah ada penolakan ya sudah kami lepas, kita kembalikan kepada aturan bagi angkot yang sudah berusia diatas 25 tahun maka izin trayeknya akan dicabut dan tidak boleh beroperasi kembali,” ucap dia.

Ketua KKSU 05A Trayek Ciomas Bogor, H Ahyar/Asof/koran Indonesia//
Sementara itu Ketua Kelompok Sub Unit (KKSU) Trayek 05A Ciomas Bogor, H Ahyar menegaskan menolak Reduksi, apabila reduksi tetap dilaksanakan ia menyatakan mengundurkan diri dari ketua KKSU 05A.
“Kami menolak reduksi, akan tetapi kami meminta kepada para pemilik yang STNK, trayek dan uji KIR masa berlakunya habis, untuk dihidupkan kembali,” tegasnya.
Program reduksi pemerintah ditolak oleh para pemilik dan sopir angkot, namun pemerintah tetap akan memberlakukan peraturan perundang – undangan angkot yang telah berusia lebih dari 25 tahun izin trayeknya akan dicabut, dan tidak diperbolehkan beroperasi di jalan raya.***



