BOGOR, KORAN INDONESIA – Dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke – 81 Pemerintah desa Sukawening membangun gapura yang dipusatkan di Kp Sukabakti RW 06 dengan menampilkan nuansa budaya Sunda dipadukan dengan ornamen budaya Bali.
Hal itu terlihat dari kreatifitas yang ditampilkan batas kiri dan kanan gapura di lengkapi pagar bambu yang dilengkapi dengan ornamen adat budaya Sunda seperti dudukuy (tudung petani) dan Nyiru, sementara pada dua sisi tiang gapura dibalut dengan kain ciri khas Bali yakni corak hitam putih bentuk kotak – kotak kecil.
Kepala desa Sukawening, Jarkasih saat dikonfirmasi Koran Indonesia di kantornya menyebut bahwa dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 81 Pemerintah dan masyarakat desa Sukawening berkomitmen mendukung program Pemerintah pusat, provinsi Jabar, Kabupaten Bogor termasuk program lomba gapura yang diadakan pemerintah Kecamatan Dramaga.
“Kami menyuguhkan gapura bernuansa adat budaya Sunda dipadukan dengan nuansa Bali, itu menggambarkan sebuah semangat gotong royong masyarakat dalam hal menjaga kebersihan lingkungan, menjaga alam agar tetap hijau dan lestari. Hitam putih itu melambangkan kebersamaan dan menjunjung tinggi kearipan lokal,” ujar Jarkasih Rabu, 12/08/2026.

Selanjutnya Ia mengungkapkan bahwa di Jalan Kp Sukabakti itu terdapat Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dimana setiap harinya volume sampah di TPS tersebut cukup tinggi, dan jadwal pengangkutan dari truk DLH itu setiap tiga hari sekali. Otomatis ketika Tim Penilai datang, jadwal pengangkutan bukan jadwalnya, sehingga ada terlihat tumpukan sampah.
“Pengangkutan sampah dari DLH sudah terjadwal kebetulan jadwal pengangkutan hari Kamis besok, ya jadi hari ini masih terlihat sampah di TPS, apabila sudah diangkut truk DLH besok juga langsung bersih lagi,” tegas Jarkasih.
Menurut Jarkasih masalah kebersihan lingkungan itu menjadi tanggung jawab bersama, baik itu Pemerintah desa, pengurus wilayah sampai masyarakat, harus bahu membahu, terutama dalam penanganan sampah.

“Kami sudah memiliki program rutin terkait kebersihan lingkungan, yakni setiap hari Minggu kami secara gotong royong melakukan kerjabakti bersihkan sampah di masing – masing wilayah RW secara bergantian, kami terus mengedukasi masyarakat untuk tetap konsisten menjaga kebersihan, dan kami optimis ke depan di semua wilayah RW di desa Sukawening akan menjadi bersih asri indah dan nyaman,” Imbuhnya.
Dalam kesempatan itu Jarkasih juga mengungkapkan mengelola dan menata sebuah wilayah itu perlu kesabaran, tidak bisa cepat dan instan, masyarakat perlu edukasi, perlu dicontohkan, dengan demikian diharapkan muncul kesadaran masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungan tetap bersih, tidak membuang sampah sembarangan.
Pemasangan Bendera Merah Putih
Disinggung masih ada warga yang belum memasang bendera merah putih di depan rumahnya, Jarkasih menegaskan bahwa sosialisasi dan himbauan ke masyarakat itu jauh – jauh hari sebelum bulan Agustus melalui forum pertemuan warga, pengajian dan lain – lain sudah dilakukan baik secara langsung maupun melalui perangkat wilayah.
“Kami akan telusuri kembali bersama perangkat wilayah, pada momentum HUT Kemerdekaan RI ke -81 warga semuanya wajib memasang bendera merah putih di depan rumahnya,” katanya.
Mungkin itu sebuah dynamika di masyarakat, ada yang secara sadar langsung inisiatif sendiri memasang bendera merah putih, ada juga yang nurut ketika mendapat himbauan ada juga yang cueks, dan itulah tantangan buat pengurus wilayah.
“Namun demikian, terlepas kelebihan dan kekurangan apa yang telah kami lakukan bersama masyarakat, dalam perlombaan gapura tingkat kecamatan Dramaga, kami berharap tim juri dapat menilai seobyektif mungkin, dan gapura di wilayah kami mendapat skor nilai yang bisa memuaskan warga desa Sukawening,” pungkas Jarkasih.***



