Camat Dramaga Melepas Murid SMP & SMA ke Sekolah Rakyat, Atep S Sumaryo : Semoga Mendapat Ilmu yang Bermanfaat Tumbuh Menjadi Generasi Muda Berakhlak Baik

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Dalam menyambut bulan Kemerdekaan RI ke – 81, tahun 2026 Pemerintah Kecamatan Dramaga melepas murid Sekolah Rakyat dari mulai tingkat SMP dan SMA sebanyak 9 orang dibagi dalam dua gelombang.

Gelombang pertama diberangkatkan sebanyak 6 orang menuju sekolah rintisan yang lokasinya di Gedung Perpustakaan Kementerian Pertanian di kota Bogor pada Kamis, 13 Agustus 2026. Gelombang ke dua akan diberangkatkan sebanyak 3 orang ke lokasi Sekolah Rakyat di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.

Diketahui, tujuan dari Sekolah Rakyat adalah memutus rantai kemiskinan antar generasi dengan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas (berasrama) dari mulai tingkat SD sampai dengan SMA bagi anak – anak dari keluarga prasejahtera dan miskin extrim.

Camat Dramaga, Atep S Sumaryo mengatakan bahwa hari ini Ia didampingi Sekcam dan para kasi serta para pendamping PKH melepas 6 orang murid Sekolah Rakyat menuju gedung Perpustakaan Kementerian Pertanian RI di kota Bogor.

“Alhamdulillah tahun lalu kita memberangkatkan siswa sebanyak 2 orang dan pada tahun 2026 ini jumlah murid Sekolah Rakyat dari Kecamatan Dramaga sebanyak 9 orang, 6 orang diantaranya menuju kota Bogor dan 3 lainnya akan dilepas menuju Sekolah Rakyat di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor pada Jumat besok,” kata Atep S Sumaryo Kamis, 13/08/2026.

Pada kesempatan itu, Atep mengucapkan terimakasih atas nama pemerintah kecamatan dan masyarakat Dramaga kepada Presiden Prabowo Subianto, Bupati Bogor dan wakil Bupati Bogor yang telah mensupport dan membangun Sekolah Rakyat dan menugaskan untuk mencari calon murid dari keluarga prasejahtera dan miskin extrim untuk disekolahkan di Sekolah Rakyat.

“Sekolah Rakyat itu menggunakan sistem Boarding school, kami yakin dan optimis ke depan Sekolah Rakyat akan banyak diminati oleh masyarakat, khususnya dari keluarga prasejahtera dan miskin extrim,” tegasnya.

Selanjutnya Ia mengaku telah memberikan pemahaman kepada para orang tuanya, ketika anaknya sudah berada di asrama Sekolah Rakyat jangan sering dikunjungi, biarkan anak – anak dilatih hidup mandiri, ditempa skill dan kemampuannya, karena Sekolah Rakyat ditunjang dengan fasilitas yang sangat lengkap.

“Sembilan orang yang kita kirim ke Sekolah Rakyat berasal dari desa Sukadamai 2 orang, Cikarawang 2 orang, Purwasari 1 orang, Ciherang Pentas 1 orang, dan dari desa Dramaga 1 orang,” jelas Atep.

Semua siswa Sekolah Rakyat yang dikirim berasal dari keluarga kurang mampu dan masuk dalam desil 1 hingga desil 3, sehingga ada program dari Pemerintah ketika anaknya sudah bersekolah di Sekolah Rakyat, maka kehidupan keluarganya pun akan diperhatikan.

“Apabila rumahnya tidak layak huni, akan mendapatkan bantuan untuk membangun rumahnya menjadi layak huni itu yang pertama, lalu kedua akan dibantu modal usaha, dengan demikian anak – anak yang masuk Sekolah Rakyat selain akan mendapatkan pendidikan juga dapat mengangkat harkat dan derajat keluarganya,” ucapnya.

Pihaknya berharap kepada masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 sampai desil 3 dan memiliki anak usia sekolah, dan akan memasukannya pada Sekolah Rakyat agar menghubungi pendamping PKH di masing – masing desa.

“Dan kami juga berharap anak – anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat dapat menimba ilmu dengan baik, sehingga ketika sudah lulus nanti mendapatkan ilmu yang bermanfaat, berguna bagi diri dan keluarganya serta orang banyak, dan tumbuh menjadi generasi muda yang handal dan berakhlak baik,”pungkasnya.***

Scroll to Top