Harga Plastik dan Kedelai di Pasar Dramaga Bogor Berpengaruh pada Pedagang Telur & Pabrik Tempe Bumdes Darma Rahayu !

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Harga kebutuhan pokok (Sembako) di pasar Dramaga Bogor terpantau beberapa komoditas mengalami kenaikan cukup signifikan, diantaranya kacang kedelai dan plastik. Kenaikan harga tersebut diduga ada keterkaitannya dengan konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel dengan Iran.

Menurut pengakuan beberapa pedagang plastik di pasar Dramaga Bogor, Teh Eneng menuturkan kepada Koran Indonesia.net, bahwa harga plastik naik hingga 100 persen, yang awalnya dikisaran harga Rp 8.500 plastik ukuran kecil sekarang jual dengan harga Rp 16.000.

“Semua jenis plastik harganya naik 80 – 100%, kenaikan tersebut juga akhirnya berpengaruh pada omzet penjualan,” katanya.

Kenaikan harga plastik berpengaruh pada pedagang

Para pedagang di pasar Dramaga Bogor yang sehari – harinya menggunakan kantong dan tali plastik mengeluhkan naiknya harga plastik, salah satunya pedagang telur, H Isrof. Ia menuturkan bahwa dalam seminggu butuh kantong dan tali plastik sekitar satu bal.

“Dalam satu bal itu dengan naiknya harga plastik kami harus merogoh kantong lebih dalam sekitar Rp 200 ribu/Minggu, sementara margin dari telur itu tipis, jadi makin tipis saja marginnya,” kata H Isrof Jumat, 17/04/2025.

H Isrof pedagang telur di pasar Dramaga Bogor, saat menjelaskan kenaikan harga plastik berpengaruh kepada usaha telurnya/Asof/Koran Indonesia//

Harga plastik & Kedelai Berpengaruh pada Pabrik Tempe Bumdes Darma Rahayu

Senada dengan yang diungkapkan pedagang telur, kenaikan plastik dan kacang kedelai juga berpengaruh kepada pabrik tempe Bumdes Darma Rahayu. Otomatis dengan kenaikan harga itu cos produksi bertambah Rp 200 ribu/Minggu.

Ketua Bumdes Darma Rahayu Yuli Rahman saat ditemui di pabrik tempe mengatakan bahwa kebutuhan bahan baku yakni kacang kedelai sekitar 100 – 150 kilogram dan kebutuhan plastik untuk packaging tempe perminggu cukup lumayan banyak.

“Harga kacang kedelai semula hanya Rp 8.500/kg sekarang itu Rp 11.000/kg, sementara plastik tadinya dikisaran harga Rp 10.000 menjadi Rp 20.000. Otomatis dengan kenaikan harga bahan baku tempe termasuk plastik kami merogoh kantong lebih dalam sekitar Rp 200 ribu/Minggu,”ujarnya.

Ketua Bumdes Darma Rahayu, Yuli Rahman sedang mencuci kedelai untuk bahan tempe di pabrik tempe di Kp Manggis Bogor/Asof/Koran Indonesia//

Sementara para pelanggan maunya dengan harga normal sebelum ada kenaikan harga bahan baku. Menyikapi hal itu pihaknya membuat kesepakatan dengan para konsumen yang kebetulan corporate, yang harga baru dengan ukuran normal, yang ingin harga lama ukurannya diperkecil.

“Pelanggan kami mayoritas dapur MBG ada 11 dapur di Dramaga dan luar Dramaga yang sudah bekerjasama dengan kami, dan satu titik pedagang di pasar Dramaga,”ucapnya.

Situasi harga seperti ini jika terus terusan berlanjut, bahkan harga naik terus membuat repot pengusaha industri rumahan seperti Bumdes Darma Rahayu. Pihaknya berharap pemerintah bisa mengendalikan harga di pasar.

Sebagaimana diketahui, kebutuhan kacang kedelai memang masih ketergantungan dari import, salah satunya dari Amerika, kenaikan harga kedelai itu juga diduga ada pengaruhnya konflik antara Amerika,Israel dan Iran.

“Kami berharap agar kacang kedelai bisa kembali ke harga normal, pemerintah ada solusi lain dengan memaksimalkan produksi kedelai dalam negeri, tidak terlalu tergantung import dari luar,” pungkasnya.***

Scroll to Top