BOGOR, KORAN INDONESIA – Warga Kampung Ciranji RT 006 RW 002, desa Sinarsari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor sambut baik dilakukannya perbaikan tembok pintu pembuangan air Setu Ciranji oleh pemerintah pusat, yang selama ini mengalami kebocoran sehingga mengakibatkan terganggunya fungsi Setu tersebut.
Diketahui, setu Ciranji memiliki luas ±1,3 hektar berfungsi sebagai cadangan air bagi sumur – sumur tadah hujan milik warga, juga berfungsi sebagai penopang irigasi pertanian di wilayah tersebut. Selain itu, juga berfungsi sebagai budidaya ikan air tawar.
Keberadaan Setu Ciranji sangat bermanfaat untuk masyarakat dan menjadi penyeimbang alam, apalagi saat ini diperkirakan akan terjadi perubahan iklim, dan kemarau panjang, sehingga keberadaan Setu sangat berguna bagi manusia maupun makhluk lainnya di sekitar Setu tersebut.
Perwakilan Kelompok Masyarakat Pengawas Setu Ciranji, Sudrajat saat dikonfirmasi Koran Indonesia di lokasi Setu menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terealisasinya perbaikan kebocoran Setu Ciranji.
”Bersyukur sekali dengan diperbaikinya Situ Ciranji, kami berharap setelah diperbaiki setu ini dapat kembali menampung air secara maksimal, sehingga saat musim kemarau seperti sekarang, airnya tidak kering,” kata Sudrajat yang akrab dipanggil Gotun.
Selama ini, lanjut Gotun fungsi Setu Ciranji sangat terganggu dengan adanya kebocoran tepat di dekat saluran pembuangan air. Akibatnya, air yang seharusnya tertampung justru terbuang dan mengakibatkan Setu ini jadi kering.
Menurut Gotun, pihaknya sudah cukup lama mengajukan permohonan perbaikan Setu ini ke pemerintah pusat melalui PSDA Jabar. Setelah penantian yang cukup panjang, Alhamdulillah akhirnya usulan tersebut terealisasi.
”Perbaikan ini momennya pas dilaksanakan di musim kemarau dan Setu ini dalam keadaan kering, sehingga pengerjaannya jauh lebih mudah dan cepat serta kondisi kebocoran juga lebih mudah dideteksi. Dan kami berharap setelah perbaikan ini selesai, Setu Ciranji kembali berfungsi dapat menampung air, hingga manfaatnya dirasakan masyarakat,” pungkas Gotun.***



