SUKABUMI, KORAN INDONESIA – Lomba anugerah desa Mubarokah 2026 digelar Pemerintah Kabupaten Sukabumi, merupakan agenda rutin tahunan dilaksanakan DPMD diikuti 381 desa. Lomba tersebut berlangsung selama dua bulan mulai Juni – Juli 2026, termasuk salah satunya desa Nanggerang Kecamatan Cicurug.
Diketahui, tujuan dari lomba tersebut diselenggarakan untuk membuat desa lebih maju, mandiri dan religius. Tahapan acara mencakup seleksi tingkat kecamatan, tahap ekspose, hingga klarifikasi lapangan oleh tim penilai.
Berdasarkan penilaian tim penilai verifikasi lapangan, desa Nanggerang terpilih mewakili 12 desa se Kecamatan Cicurug ke tingkat Kabupaten Sukabumi berkompetisi Dangan 47 desa lainnya. Acara verifikasi tersebut berlangsung di aula Kantor desa Nanggerang pada Selasa, 04/08/2026.
Ketua tim verifikasi DPMD Kabupaten Sukabumi, Agus Surya Manggala mengatakan bahwa kegiatan ini pengecekan dokumen dalam rangka lomba anugerah desa mubarokah, terkait penilaian kinerja desa dengan kategori baik, dari sisi administrasi SPM Desa, dukungan proyek prioritas Bupati Sukabumi 2025-2030.

“Desa Nanggerang mewakili wilayah dua, dan total yang masuk nominasi ada 47 desa dalam lomba anugerah desa berkah se-Kabupaten Sukabumi,” ujar Agus.
Sesuai Permendagri Nomor 81 tahun 2015 lanjut Agus kriteria penilaian adalah administrasi, program desa, SPM desa dan proyek prioritas Bupati Sukabumi serta lunas PBB.
“Jadi itu beberapa kriteria penilaian kami dalam lomba anugerah desa mubarokah tahun 2026, ini bukan hanya sekedar lomba tetapi bagaimana tata kelola pemerintahan desa itu sesuai dengan harapan masyarakat,”tegasnya.
Dirut PT Mandiri Banana Indonesia (PT MBI), Fachri Yulizar menyambut baik digelarnya lomba anugerah desa mubarokah yang diselenggarakan pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam hal ini dilaksanakan oleh Dinas DPMD.
“Kami sudah dua tahun berjalan telah berkolaborasi dengan pemerintah desa Nanggerang, menggarap program ketahanan pangan, yakni menanam pisang barangan jumbo merah dan kacang Edamame. Melalui kolaborasi tersebut tentunya kami turut mendukung program pemerintah, terkait ketahanan pangan desa,” ujarnya.
Pihaknya akan terus mendorong program ketahanan pangan desa Nanggerang, agar desa ini terus berkembang sektor pertaniannya, bisa menyerap tenaga kerja juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat desa Nanggerang.
“Kami hadir selain sebagai pembudidaya tanaman pisang barangan dan kacang edamame juga kami sebagai offtaker hasil panen, jadi para petani yang sudah bergabung dalam Gapoktan Sejahtera Desa Nanggerang tidak usah memikirkan lagi jual hasil panen kemana, itu sudah otomatis kami beli, petani fokus saja menanam,” pungkas Fachri Yulizar.***



