BANDUNG, KORAN INDONESIA – Mewaspadai orang asing dan orang terdekat merupakan salah satu hal yang perlu diajarkan kepada anak demi keselamatan.
Namun, pendekatan yang digunakan perlu menggunakan kehati-hatian dengan tidak membuat anak takut berlebihan.
1. Jelaskan Konsep “Orang Asing” dan “Orang Terdekat” secara Sederhana
Gunakan bahasa yang mudah dipahami sesuai usia. Jelaskan bahwa orang asing adalah seseorang yang tidak dikenal dengan baik, meski tidak semua orang asing berbahaya, tetapi penting untuk berhati-hati.
Sedang orang terdekat adalah orang yang dikenal oleh anak, baik di lingkungan keluarga, sekolah, tempat tinggal dan lain sebagainya.
2. Ajarkan Aturan Dasar Keselamatan
Berikan aturan yang jelas dan konsisten, misalnya:
- Tidak menerima makanan, hadiah, atau ajakan dari siapapun tanpa sepengetahuan orang tua.
- Tidak ikut dengan siapa pun tanpa izin orang tua, bahkan jika orang tersebut terlihat ramah maupun orang terdekat.
- Selalu memberi tahu orang tua jika ada orang yang membuat mereka merasa tidak nyaman.
3. Gunakan Simulasi atau Role Play
Latih anak dengan memainkan peran. Misalnya dengan Anda berpura-pura menjadi orang yang sedang menawarkan sesuatu kepada anak Anda.
Dari situ, anak bisa belajar cara mengatakan “tidak” dengan tegas dan segera menjauh.
4. Kenalkan “Orang yang Aman”
Ajarkan anak bahwa dalam kondisi darurat, ada orang-orang tertentu yang bisa dipercaya, seperti guru, petugas keamanan, atau polisi.
Jelaskan ciri-ciri mereka agar anak tidak bingung saat membutuhkan bantuan.
5. Tanamkan Keberanian untuk Menolak
Anak perlu tahu bahwa tidak apa-apa berkata “tidak” kepada orang dewasa jika merasa tidak aman.
Tekankan bahwa keselamatan diri lebih penting daripada bersikap sopan di situasi-situasi yang tidak biasa karena dapat berujung bahaya.
6. Bangun Komunikasi
Pastikan anak merasa nyaman untuk bercerita. Dengarkan tanpa menghakimi agar mereka tidak takut melaporkan pengalaman yang mencurigakan atau tidak menyenangkan.
7. Hindari Menakut-nakuti dengan Berlebihan
Menanamkan rasa takut berlebihan justru bisa membuat anak cemas dan sulit bersosialisasi.
Fokuslah pada edukasi yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan.
8. Beritahu Cara untuk Mengenali Perasaan Sendiri
Dorong anak untuk peka juga terhadap insting mereka. Jika merasa tidak nyaman, takut, atau curiga, itu adalah sinyal untuk menjauh dan mencari bantuan.



