Mts Darussalam Bogor Bantah Isu Aksi Balasan Hoaks, Ini Langkah Strategis Kepala Sekolah !

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Sekolah Madrasah Tsanawiyah (Mts) Darussalam di desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor menggelar forum silaturahmi dengan seluruh para orang tua murid di ruang kelas Mts pada Rabu, 22/04/2026.

Forum silaturahmi para orang tua murid dihadiri langsung Ketua Yayasan YAPIDA, KH Abdul Azis Sarnata, Kepala Sekolah Mts Darussalam, Euis Faridah dan sejumlah dewan guru. Forum itu digelar dalam rangka penguatan kepada para orang tua pasca terjadinya insiden tawuran pelajar yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Para orang tua murid mengaku senang, setelah mendapat penjelasan dari Kepala Sekolah dan Ketua Yayasan, duduk permasalahan yang sebenarnya, mereka mengaku lega dan tidak merasa was – was dan khawatir lagi menyekolahkan anaknya di Mts Darussalam.

Kepala MTs Darussalam, Euis Faridah mengungkapkan kepada Koran Indonesia.net bahwa hari ini pihaknya mengundang semua para orang tua murid dalam rangka silaturahmi dan menyikapi permasalahan yang terjadi yang mengganggu stabilitas dan kondusifitas sekolah dan para orang tua murid.

Sebagaimana diketahui, beredar informasi yang menyesatkan di media sosial bahwa disebutkan pihak Mts Darussalam akan melakukan aksi balasan ke sekolah Yapahi. “Informasi itu hoaks dan kami tegaskan tidak ada niatan sedikitpun pihak kami akan melakukan tindakan yang tidak terpuji tersebut,” tegas Euis.

Info hoaks itu jelas sangat merugikan, dan membuat para orang tua murid merasa khawatir dan was – was. Oleh karena agar para orang tua kembali tenang dan tidak merasa khawatir, pihaknya memanggil mereka dan diberikan pemahaman serta informasi yang valid dan benar.

“Kami berharap kepada pihak – pihak yang lain, jangan memperkeruh keadaan dengan menyebarkan informasi hoaks dan tidak bertanggung jawab,”tegasnya.

Selanjutnya Ia juga meminta kepada para orang tua murid, jangan terpengaruh oleh informasi – informasi yang tidak jelas asal usulnya yang beredar di media sosial, orang tua agar tetap tenang, jika ada hal – hal yang kurang paham dan kurang dimengerti sebaiknya ditanyakan langsung ke sekolah.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada para orang tua untuk meningkatkan pengawasan kepada putra putrinya, jika dianggap perlu dibatasi jam aktivitasnya di luar rumah, apabila tidak urgen anak sebaiknya dilarang untuk ke luar rumah.

“Dan para orang tua dalam pertemuan tadi meminta kepada pihak sekolah untuk menjamin keselamatan anak – anak mereka selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah, dan insya Allah mudah – mudahan semua itu tidak akan terjadi.

Untuk mencegah terjadinya hal – hal yang dapat mengganggu ketertiban umum di sekolah, pihaknya juga memperketat lingkungan sekolah, serta berkolaborasi dengan pemerintah desa dan warga Purwasari, untuk memberikan rasa aman kepada murid dan guru yang sedang melaksanakan aktivitas belajar mengajar.

“Proses belajar terus kami lakukan, jangan sampai peristiwa itu menjadi trauma bagi siswa, dan kami akan terus memberikan arahan dan penguatan untuk membangkitkan semangat belajar kepada seluruh siswa,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Ia juga meminta kepada seluruh siswa untuk tetap fokus belajar, jangan mudah terpengaruh atau ajakan dari siapapun untuk melakukan tindakan yang tidak terpuji yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Untuk mewujudkan cita – cita anak menjadi generasi yang gemilang menuju Indonesia emas 2045, pihaknya meminta kepada para orang tua untuk bersinergi dengan pihak sekolah,” pungkasnya.***

 

Scroll to Top